HOTNEWS.ID - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menunjukkan kekecewaan mendalam saat meninjau langsung kerusakan hutan mangrove di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Insiden ini menyita perhatian serius dari jajaran kepolisian daerah.

Kunjungan lapangan dilakukan ke Dusun Batang Kopau Sungai Siakap Kecil dan Dusun Indah Lestari Kepenghuluan Pasir Limau Kapas, Kecamatan Pasir Limau Kapas. Di dua lokasi ini, skala kerusakan mangrove tercatat cukup luas.

Tercatat, sedikitnya 115,2 hektare kawasan hutan mangrove telah dibabat habis. Perusakan ini dilakukan dengan menggunakan alat berat, menunjukkan skala dan kesengajaan tindakan tersebut.

"Mangrove bukan sekadar deretan pepohonan di sepanjang garis pantai, melainkan sebuah ekosistem yang sangat penting," ujar Irjen Herry Heryawan.

Beliau menjelaskan lebih lanjut, "Ekosistem ini menjadi habitat sekaligus tempat berkembang biak bagi berbagai jenis satwa laut dan darat."

Menanggapi perusakan ini, Irjen Herry Heryawan memberikan peringatan tegas. Ia menegaskan bahwa pelaku yang bertanggung jawab atas perusakan lingkungan ini akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Pelaku perusakan mangrove ini akan kami tindak tegas, tanpa pandang bulu," tegas Irjen Herry Heryawan. Pernyataan ini disampaikan untuk memberikan efek jera.

Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa hutan mangrove memiliki peran krusial sebagai benteng pertahanan alami bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Keberadaannya sangat vital bagi kelangsungan hidup mereka.

Kerusakan ekosistem mangrove ini berpotensi menimbulkan dampak negatif jangka panjang, mulai dari abrasi pantai hingga hilangnya sumber mata pencaharian nelayan. Penindakan hukum diharapkan dapat menghentikan praktik serupa.