HOTNEWS.ID - Perusahaan teknologi raksasa Google diketahui telah memberlakukan pembatasan penggunaan model kecerdasan buatan (AI) Gemini kepada Meta Platforms Inc. Pembatasan ini muncul setelah Meta mengajukan permintaan kapasitas komputasi awan yang melebihi pasokan yang saat ini tersedia dari Google.

Situasi ini secara signifikan mempengaruhi jadwal eksekusi sejumlah proyek AI internal yang sedang dikembangkan oleh Meta. Keterbatasan pasokan daya pemrosesan ini menimbulkan hambatan nyata bagi rencana pengembangan teknologi kecerdasan buatan mereka.

Dilansir dari Mint, dampak dari keterbatasan kapasitas pada server Google Cloud ini tidak hanya dirasakan oleh Meta. Beberapa klien korporasi Google lainnya juga mengalami imbas, meskipun Meta disebut-sebut menerima dampak paling parah karena volume permintaan model AI yang sangat tinggi.

Pada sekitar bulan Maret tahun ini, Google telah memberikan konfirmasi resmi kepada manajemen Meta mengenai ketidakmampuan mereka untuk memenuhi seluruh kuota kapasitas Gemini yang telah dipesan. Hal ini menandai titik kritis dalam kemitraan komputasi mereka.

Sebagai konsekuensi dari pembatasan akses komersial ini, Meta terpaksa mengeluarkan instruksi kepada seluruh karyawannya. Mereka diminta untuk menerapkan efisiensi yang lebih tinggi dalam mengonsumsi token AI, yang merupakan unit pengukuran untuk intensitas pemanfaatan kecerdasan buatan.

Fenomena kelangkaan daya komputasi ini menjadi ironi di tengah gelontoran belanja modal miliaran dolar Amerika Serikat yang dilakukan oleh perusahaan teknologi besar untuk pengadaan cip dan pembangunan pusat data baru. Kendala infrastruktur fisik ini terlihat jelas dalam neraca keuangan Google Cloud.

Meskipun Google Cloud berhasil mencatatkan pendapatan kuartal I/2026 mencapai US$20 miliar, laju pertumbuhan optimalnya terhambat oleh keterbatasan perangkat keras yang tersedia. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara permintaan dan kemampuan pasokan fisik.

CEO Google, Sundar Pichai, menyampaikan pandangannya mengenai situasi ini. "Kendala daya komputasi menghalangi pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkontribusi pada penumpukan pesanan (backlog) unit komputasi awan yang melonjak hampir dua kali lipat secara kuartalan," kata beliau.

Hubungan bisnis antara kedua raksasa periklanan digital ini sebenarnya telah dimulai sejak September 2025. Kerja sama tersebut mencakup penjajakan pemanfaatan model Gemini dan juga model sumber terbuka (open-source) Gemma milik Google.