HOTNEWS.ID - Pada perdagangan hari Senin, 8 Juni 2026, pasar saham domestik mengalami tekanan signifikan yang tercermin dari penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meskipun secara keseluruhan indeks melemah, terdapat pergerakan menarik di balik koreksi tersebut.

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), salah satu emiten terafiliasi Grup Bakrie dan Salim, terpantau menjadi primadona bagi investor asing. Aktivitas pembelian oleh investor asing ini terjadi di tengah tren lanjutan pelemahan IHSG di bursa saham nasional.

Pergerakan IHSG pada hari itu menunjukkan pelemahan yang cukup dalam. IHSG tercatat ambrol sebanyak 4,52% atau setara dengan 252 poin. Penutupan sesi perdagangan berada di level 5.342,13.

Data yang dihimpun dari RTI Infokom menunjukkan bahwa mayoritas saham bergerak negatif pada hari tersebut. Sebanyak 661 saham tercatat mengalami pelemahan harga saat penutupan bursa.

Sementara itu, hanya segelintir saham yang berhasil bertahan dan mencatatkan penguatan. Sebanyak 78 saham berhasil ditutup menguat, menunjukkan adanya selektivitas dalam aksi jual beli investor.

Selain itu, terdapat pula 78 saham lainnya yang tercatat stagnan atau tidak mengalami perubahan harga signifikan pada penutupan perdagangan hari itu. Hal ini mengindikasikan adanya konsolidasi di sebagian kecil sektor.

Dilansir dari Bisnis.com, saham emiten BUMI menjadi salah satu fokus utama investor asing saat IHSG sedang mengalami tekanan jual yang masif. Ini menunjukkan adanya pandangan jangka panjang terhadap fundamental emiten tersebut.

"Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) terpantau menjadi salah satu buruan investor asing pada perdagangan Senin (8/6/2026) di tengah tren lanjutan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)," bunyi salah satu kutipan mengenai fenomena tersebut, dikutip dari Bisnis.com.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa meskipun pasar secara umum sedang lesu, saham-saham tertentu dengan kapitalisasi besar atau prospek spesifik masih menarik minat investor internasional. Ini terjadi ketika IHSG ditutup ambrol 4,52% atau 252 poin ke level 5.342,13 pada Senin (8/6/2026), berdasarkan data RTI Infokom.