HOTNEWS.ID - Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Austria telah memasuki jeda turun minum dengan keunggulan tipis bagi La Furia Roja. Duel yang berlangsung di Stadion Los Angeles pada Kamis (2/7) atau Jumat dini hari WIB tersebut menunjukkan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan.
Spanyol memulai laga dengan inisiatif menyerang, terlihat dari tusukan cepat Lamine Yamal ke area kotak penalti lawan. Namun, upaya awal tersebut masih dapat diantisipasi dengan baik oleh lini pertahanan Austria.
Setelah sepuluh menit awal penguasaan bola oleh Spanyol, giliran Austria yang mengambil alih kendali permainan. Pelatih Ralf Rangnick menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih aktif menguasai jalannya pertandingan demi meredam ritme Spanyol.
Dominasi penguasaan bola Austria pada periode tersebut tidak serta merta menghasilkan peluang emas yang membahayakan gawang Unai Simon. Secara keseluruhan, 20 menit pertama pertandingan berlangsung relatif alot tanpa adanya ancaman serius dari kedua tim.
Memasuki fase setelah jeda rehidrasi, taktik Spanyol mulai menunjukkan hasil positif ketika trio Rodri, Pedri, dan Dani Olmo berhasil menguasai lini tengah. Penguasaan ini memaksa skuad asuhan Rangnick untuk lebih banyak menumpuk pemain di area pertahanan mereka.
Pada menit ke-29, sempat terjadi kegembiraan sesaat bagi Spanyol ketika Marc Cucurella mencetak gol dari situasi sepak pojok. Akan tetapi, gol tersebut dianulir oleh wasit setelah bola muntah dari tepisan kiper Alexander Schlager.
Empat menit kemudian, tepatnya di menit ke-33, kiper Alexander Schlager kembali menunjukkan performa gemilang dengan menepis sepakan keras dari Mikel Oyarzabal. Tendangan keras Oyarzabal mengarah ke pojok kiri gawang namun masih bisa digagalkan oleh kiper Austria tersebut.
Gol yang dicari Spanyol akhirnya terwujud pada menit ke-36 melalui aksi Oyarzabal. Umpan datar yang dilepaskan oleh Cucurella dari sayap kiri disambut dengan sontekan pelan Oyarzabal yang sukses mengecoh pergerakan kiper Schlager.
Setelah tertinggal satu gol, Austria mulai bermain lebih terbuka dan berani melancarkan serangan hingga ke kotak penalti Spanyol. Meskipun demikian, serangan-serangan tersebut dinilai kurang efektif dan tidak menimbulkan bahaya berarti bagi pertahanan Spanyol.