HOTNEWS.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini menyampaikan pandangan tajam mengenai hubungan bilateral antara Washington dan Tel Aviv, khususnya dalam konteks keamanan regional. Pernyataan ini muncul dalam konteks dinamika politik dan militer yang sedang berkembang, terutama yang berkaitan dengan situasi di perbatasan Lebanon.

Secara spesifik, Trump memberikan sebuah peringatan keras kepada Israel mengenai ketergantungannya terhadap dukungan eksternal. Ia menegaskan bahwa tanpa adanya bantuan dan dukungan dari Amerika Serikat, posisi Israel di kawasan tersebut akan sangat rentan.

Hal ini disampaikan oleh Trump saat diwawancarai oleh media Axios, sebagaimana diberitakan oleh Anadolu Agency dan New York Post pada hari Sabtu, 20 Juni 2026. Waktu wawancara ini menjadi sorotan mengingat intensitas isu keamanan yang sedang dihadapi Israel.

Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyinggung peran Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu terkait isu keamanan di Lebanon. Trump mengklaim bahwa dirinya masih menjaga komunikasi yang baik dengan Netanyahu.

Namun, Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar PM Netanyahu tetap "waras" dalam mengambil keputusan terkait isu Lebanon. Klaim ini mengindikasikan adanya upaya intervensi atau pembimbingan kebijakan dari pihak Washington.

Lebih lanjut, Trump memperkuat klaimnya mengenai pengaruh langsung Washington terhadap kebijakan militer Israel. Ia menyatakan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk mengendalikan operasi militer Israel di Lebanon.

Klaim pengendalian ini didasarkan pada keyakinan Trump bahwa para pejabat di Tel Aviv sangat patuh terhadap arahan yang ia berikan saat menjabat. Ia menegaskan hal tersebut dengan menyatakan, "para pejabat Tel Aviv 'melakukan apa yang saya katakan'," sebagaimana dikutip dari wawancara tersebut.

Pernyataan kontroversial mengenai potensi kehancuran Israel tanpa dukungan AS ini menjadi sorotan utama dalam analisis hubungan luar negeri. Dikutip dari Anadolu Agency dan New York Post, pernyataan tersebut menyoroti bagaimana persepsi kekuatan global memandang aliansi strategis AS-Israel.

Dilansir dari New York Post, Trump menekankan bahwa ia memiliki pengaruh signifikan atas langkah-langkah militer Israel di Lebanon. Hal ini menunjukkan pandangan Trump bahwa dukungan AS bukan sekadar bantuan, melainkan sebuah mekanisme kontrol strategis.