HOTNEWS.ID - Perkembangan terbaru dalam dinamika geopolitik menunjukkan adanya pernyataan signifikan dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai kondisi militer Iran. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap kritik yang dilayangkan oleh kubu Partai Demokrat Amerika Serikat terkait cara pemerintahannya menangani ketegangan dengan Teheran.

Peristiwa ini berpusat pada klaim keras Trump mengenai dampak konflik yang sedang berlangsung terhadap kekuatan pertahanan Iran. Klaim tersebut disampaikan langsung oleh Trump melalui platform media sosial pribadinya, yang kemudian menarik perhatian publik luas pada Sabtu (20/6/2026) waktu setempat.

Secara spesifik, Trump mengemukakan bahwa serangkaian peristiwa konflik telah secara signifikan mengurangi kapabilitas militer yang dimiliki oleh Republik Islam Iran. Hal ini menjadi titik fokus utama dari pernyataan publik yang ia buat dalam konteks politik domestik dan internasional Amerika Serikat.

Dilansir dari Anadolu Agency, Trump secara tegas menyatakan bahwa situasi perang telah memberikan dampak yang sangat merugikan bagi kekuatan militer Iran. Ia menekankan bahwa pelemahan tersebut bersifat menyeluruh terhadap berbagai komponen pertahanan negara tersebut.

Dalam pernyataannya yang dipublikasikan melalui media sosial Truth Social, Trump menggarisbawahi kerusakan infrastruktur militer Iran. Ia mengklaim bahwa Iran kini berada dalam kondisi sangat terdegradasi dibandingkan sebelumnya.

Untuk memperkuat argumennya mengenai pelemahan tersebut, Trump memberikan daftar elemen militer yang menurutnya sudah tidak berfungsi atau hilang. Klaim ini bertujuan untuk membenarkan posisi pemerintahannya dalam menangani isu Iran.

"Perang telah melemahkan Iran!" kata Presiden Donald Trump, menegaskan pandangannya mengenai dampak konflik terhadap kemampuan tempur negara tersebut.

Lebih lanjut, Trump merinci komponen-komponen spesifik yang ia yakini telah hilang atau tidak lagi berfungsi secara efektif dalam struktur pertahanan Iran. "Iran tidak lagi memiliki Angkatan Udara, Angkatan Laut, perlengkapan antipesawat, radar, atau hampir semua hal lainnya," klaim Presiden AS tersebut.

Pernyataan ini, yang disampaikan pada Sabtu (20/6/2026), berfungsi ganda, yaitu menguatkan narasi pemerintahannya sekaligus membantah tuduhan dari oposisi politik domestik mengenai manajemen krisis Iran.