HOTNEWS.ID - Isu mengenai potensi gempa bumi besar yang berasal dari Sesar Kendeng belakangan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, khususnya melalui platform media sosial. Kekhawatiran muncul setelah beredar informasi yang menyebutkan bahwa sesar aktif di Pulau Jawa tersebut dapat memicu guncangan berkekuatan hingga magnitudo 7.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera mengambil langkah untuk memberikan klarifikasi resmi kepada publik. Langkah ini diambil guna meredam kepanikan yang mungkin timbul akibat informasi yang menyebar luas tersebut.
Perbincangan mengenai potensi gempa ini mulai ramai diperbincangkan dalam unggahan yang tersebar di media sosial Threads. Salah satu akun bahkan secara spesifik menyebutkan adanya potensi gempa skala besar di wilayah Jawa Timur.
Akun tersebut mengaitkan potensi gempa tersebut dengan kejadian di masa lalu, bahkan menyamakan dengan potensi gempa yang pernah terjadi di Palu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran signifikan di wilayah yang disinggung, seperti Bojonegoro.
Lebih lanjut, unggahan viral tersebut mengindikasikan bahwa Sesar Kendeng memiliki kapabilitas untuk menimbulkan gempa di daratan dengan kekuatan yang sangat besar. Kekuatan magnitudo 7 menjadi sorotan utama dalam diskusi daring tersebut.
Menanggapi hal ini, BMKG membenarkan adanya potensi aktivitas tektonik dari Sesar Kendeng. Meskipun demikian, BMKG menekankan pentingnya penyampaian informasi yang tenang kepada masyarakat luas.
"BMKG membenarkan aktivitas sesar tersebut bisa memicu gempa M 7 dan meminta warga tak panik," ujar seorang perwakilan BMKG, menggarisbawahi pesan utama lembaga tersebut. Pernyataan ini bertujuan menenangkan publik sambil tetap mengakui adanya potensi bahaya geologis.
Informasi mengenai respons BMKG ini pertama kali diangkat oleh media pada hari Jumat, 19 Juni 2026. Hal ini menunjukkan respons cepat dari otoritas terkait terhadap isu yang menjadi viral di ruang digital.
Dilansir detikJatim, Jumat (19/6/2026), detail mengenai sumber penyebaran isu ini berasal dari unggahan di platform media sosial Threads. Hal ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi saluran informasi yang cepat, baik yang terverifikasi maupun tidak.