HOTNEWS.ID - PT MRT Jakarta (Perseroda) telah secara resmi menandatangani kerja sama strategis dengan dua perusahaan besar, yakni Hitachi Rail Hong Kong Limited dan Sumitomo Corporation. Kemitraan ini berfokus pada pengerjaan paket kontrak senilai Rp341,5 miliar untuk sistem pengumpulan tarif otomatis (Automatic Fare Collection/AFC) pada proyek Fase 2A lintas Utara–Selatan.

Paket kontrak yang diberi kode CP207 ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari perancangan, pabrikasi, pengiriman, hingga pemasangan sistem gerbang tiket terintegrasi. Sistem AFC ini sangat vital untuk memastikan kelancaran operasional MRT Jakarta pada jalur Fase 2A yang membentang dari Bundaran HI menuju Kota.

Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, sistem pengumpulan tarif otomatis ini merupakan elemen krusial. "Sistem pengumpulan tarif otomatis ini merupakan bagian penting dalam mewujudkan operasional fase 2A lin utara selatan dan upaya mempercepat integrasi layanan transportasi masa depan," ujarnya dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Selasa (9/6/2026).

Dikutip dari Bisnis.com, paket CP207 ini secara spesifik akan mendukung penuh operasional layanan MRT Jakarta ketika jalur Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga kawasan Kota telah beroperasi penuh nantinya.

Perkembangan konstruksi Fase 2A secara keseluruhan menunjukkan kemajuan signifikan, di mana hingga tanggal 25 Mei 2026, progres pembangunan telah mencapai 60,80 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 59,70 persen.

Secara rinci, paket pekerjaan CP201 yang mencakup segmen Thamrin–Monas hampir rampung dengan capaian 92,99 persen. Sementara itu, paket CP202 untuk segmen Harmoni–Sawah Besar–Mangga Besar telah mencapai 65,61 persen progres konstruksi.

Lebih lanjut, paket CP203 (Glodok–Kota) menunjukkan kemajuan sebesar 85,04 persen, berbeda dengan paket CP205 (Sistem Perkeretaapian dan Jalur) dan CP206 (Sarana Kereta) yang baru mencapai 47,80 persen dan 0,28 persen secara berurutan.

Fase 2A ini tidak hanya membangun infrastruktur rel dan stasiun, tetapi juga mengaplikasikan konsep _Transit-Oriented Development_ (TOD). Konsep ini bertujuan memadukan fungsi transit dengan ruang publik, kegiatan, dan bangunan agar aksesibilitas transportasi publik menjadi optimal.

PT MRT Jakarta menargetkan segmen pertama Fase 2A, yaitu Bundaran HI–Monas, dapat mulai beroperasi pada tahun 2027, diikuti dengan penyelesaian hingga Stasiun Kota pada tahun 2029. Proyek Fase 2 ini, yang membentang 11,8 kilometer dari Bundaran HI ke Ancol Barat, merupakan kelanjutan dari Fase 1 yang telah melayani rute Lebak Bulus hingga Bundaran HI sejak 2019.