HOTNEWS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Operasi senyap ini dilakukan dalam rangkaian penyidikan kasus dugaan suap yang turut menyeret nama Bupati Muara Enim, Edison.
Dalam OTT yang berhasil dilakukan oleh tim penyidik, KPK berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting. Barang bukti tersebut berupa uang tunai dengan nominal total mencapai Rp500 juta yang disita dari para pihak yang diamankan.
Penangkapan lima ASN BPK ini merupakan pengembangan dari kasus suap yang telah menjerat Bupati Muara Enim terkait dengan temuan audit lembaga negara tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya jaringan yang terlibat dalam transaksi gelap tersebut.
Uang tunai sejumlah Rp500 juta yang disita oleh KPK tersebut diyakini memiliki korelasi kuat dengan temuan yang diperoleh penyidik dalam kasus suap yang melibatkan Edison. Hal ini menjadi petunjuk penting dalam pembuktian kasus korupsi ini.
Secara spesifik, kasus suap ini melibatkan pemberian uang senilai Rp500 juta yang diduga berasal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim yang ditujukan kepada oknum di BPK. Uang tersebut diduga berkaitan erat dengan hasil pemeriksaan BPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan konfirmasi mengenai temuan barang bukti tersebut saat berbicara di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Rabu, 10 Juni 2026. Pernyataan ini menguatkan informasi mengenai adanya aliran dana ilegal.
"Barang bukti ini juga cross juga ya dari perkara kemarin, karena dari 500 juta yang diberikan dari pihak swasta kepada pihak di Pemkab ini, sebagian ada yang dibawa oleh pihak Pemkab ke Muara Enim, yang kemarin kemudian dilakukan tangkap tangan. Sebagian lagi untuk dugaan pemberian suap yang berkaitan dengan temuan BPK," kata jubir KPK Budi Prasetyo.
Lebih lanjut, Budi Prasetyo menjelaskan bahwa uang sitaan tersebut menunjukkan adanya pembagian aliran dana dari transaksi suap yang telah teridentifikasi sebelumnya. Sebagian dana telah dibawa oleh Pemkab Muara Enim sebelum OTT dilakukan.
Dana yang disita dalam OTT terhadap ASN BPK ini merupakan bagian dari total uang suap yang diduga dialokasikan untuk memuluskan temuan audit BPK. Ini menegaskan dugaan keterlibatan oknum BPK dalam skandal tersebut.