HOTNEWS.ID - Pemerintah Republik Indonesia telah menyiapkan paket stimulus ekonomi komprehensif untuk periode semester kedua tahun 2026, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp26,34 triliun. Stimulus ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun.

Paket kebijakan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari bantuan pangan langsung, program magang dan vokasi, hingga pemberian insentif pajak dan diskon tarif transportasi publik. Program-program ini direncanakan bergulir secara bertahap mulai bulan Juli 2026 hingga periode libur panjang akhir tahun 2026 dan awal tahun 2027.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara resmi mengumumkan rincian besaran anggaran tersebut dalam sebuah konferensi pers yang dilaksanakan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada hari Senin, 22 Juni 2026.

"Total anggaran stimulus Rp26,34 triliun," ujar Airlangga Hartarto saat menyampaikan informasi tersebut kepada awak media.

Alokasi dana terbesar dalam paket stimulus ini disiapkan khusus untuk sektor bantuan pangan, yakni sebesar Rp18,04 triliun. Sementara itu, sektor pengembangan sumber daya manusia melalui program magang dan vokasi mendapatkan alokasi dana sebesar Rp6,26 triliun.

Sisa anggaran dialokasikan untuk stimulus dan insentif di sektor transportasi, yang totalnya mencapai Rp2,04 triliun. Insentif ini diharapkan dapat menopang mobilitas masyarakat selama periode konsumsi tinggi.

Dikutip dari Bisnis.com, beberapa insentif spesifik telah diumumkan sebelumnya, termasuk penetapan tarif khusus PPh final untuk royalti penulis dan pemberian diskon tarif pada berbagai moda transportasi. Selain itu, pemerintah juga menanggung PPN untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.

Di sektor perpajakan, pemerintah menetapkan tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) final royalti sebesar 1,5% yang berlaku khusus bagi para penulis nasional. Kebijakan ini bertujuan memberikan keringanan khusus bagi para pelaku industri kreatif.

Insentif impor juga menjadi bagian penting dari paket ini, mencakup bea masuk 0% untuk LPG industri petrokimia dan bahan baku plastik, serta penurunan bea masuk untuk suku cadang pesawat. Total manfaat dari insentif impor ini diperkirakan mencapai triliunan rupiah.