HOTNEWS.ID - Penyelenggaraan berbagai acara berskala besar di Indonesia, mulai dari konser musik hingga kompetisi olahraga, kini menjadi magnet baru yang menjanjikan pertumbuhan signifikan bagi sektor asuransi umum. Fenomena ini membuka cakrawala baru bagi industri untuk menawarkan solusi perlindungan risiko yang lebih spesifik dan relevan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat adanya potensi besar dalam pengembangan produk asuransi khusus acara atau yang dikenal sebagai event insurance. Produk ini dirancang untuk memberikan jaminan finansial terhadap berbagai potensi kendala yang mungkin timbul selama pelaksanaan acara.
"Seperti pembatalan acara, kerusakan fasilitas, kecelakaan peserta atau penonton, hingga gangguan operasional yang dapat menimbulkan kerugian finansial bagi penyelenggara," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam lembar jawaban RDK OJK Mei 2026, dikutip pada Kamis (25/6/2026).
Ogi Prastomiyono menyatakan bahwa saat ini beberapa perusahaan asuransi sudah mulai menawarkan polis untuk kegiatan atau event tertentu, meskipun detail produk yang dipasarkan belum dirinci secara spesifik. Oleh karena itu, OJK mendorong inovasi produk yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar yang dinamis.
Lebih lanjut, OJK menekankan pentingnya penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem penyelenggaraan acara. "Dengan semakin meningkatnya kebutuhan perlindungan risiko pada berbagai kegiatan berskala besar, segmen ini memiliki prospek yang positif untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan," tegas Ogi Prastomiyono.
Kondisi ini sejalan dengan rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang berencana lebih aktif dalam pengembangan pariwisata, termasuk menjajaki konsep sport tourism dan destinasi wisata baru.
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa pengembangan sektor pariwisata merupakan fokus utama yang telah dibahas bersama Presiden terpilih. "Potensi pariwisata kita ini memang sangat luar biasa, tetapi memang kita harus lebih memfokuskan, karena kita diberikan begitu banyak opsi kadang-kadang kita mesti fokus mana yang kita mau kembangkan," ujar Rosan Perkasa Roeslani di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyambut baik tren ini, melihat segmen sport tourism, konser musik, dan event lain sebagai peluang pertumbuhan yang menarik. Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menuturkan bahwa peningkatan aktivitas acara berskala besar akan meningkatkan permintaan perlindungan bagi semua pihak terlibat.
"Umumnya kebutuhan asuransi muncul melalui kerja sama dengan penyelenggara acara, pengelola venue, promotor, event organizer, komunitas olahraga, agen perjalanan, platform tiket, maupun sponsor," tutur Budi Herawan kepada Bisnis, Rabu (24/6/2026).