HOTNEWS.ID - Sebuah insiden balas dendam digital yang mengejutkan terjadi di India, melibatkan seorang mantan karyawan sebuah perusahaan teknologi informasi terkemuka. Tindakan nekat ini dilaporkan telah menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar bagi perusahaan tempatnya bekerja sebelumnya.

Peristiwa ini bermula dari pemecatan seorang pemuda bernama Kandula dari perusahaan penyedia layanan informasi, komunikasi, dan teknologi bernama NCS. Ia diberhentikan pada bulan Oktober 2022.

Alasan pemecatan Kandula adalah karena perusahaan menilai kinerjanya tidak memenuhi standar yang diharapkan. Ketidakpuasan atas keputusan ini diduga menjadi pemicu tindakan selanjutnya.

Hari kerja resmi terakhir Kandula di perusahaan tersebut adalah pada tanggal 16 November 2022. Namun, rasa kecewa dan sakit hati dari pemutusan hubungan kerja tersebut ternyata terus membekas dalam dirinya.

Perasaan tersebut kemudian mendorong Kandula untuk melakukan tindakan yang sangat merugikan perusahaan. Ia dilaporkan telah menghapus data dari sekitar 180 server perusahaan.

Tindakan perusakan data ini berujung pada kerugian finansial yang sangat signifikan. Besaran kerugian tersebut diperkirakan mencapai angka miliaran rupiah, menimbulkan pukulan berat bagi perusahaan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan siber dan penanganan hubungan industrial yang baik. Dampak dari balas dendam digital dapat sangat merusak, baik secara finansial maupun reputasi.

Tindakan Kandula tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga akan membawanya pada konsekuensi hukum. Kasus ini menyoroti risiko yang dihadapi perusahaan akibat tindakan mantan karyawan yang menyimpan dendam.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, insiden ini menunjukkan bagaimana rasa sakit hati akibat pemutusan hubungan kerja dapat mendorong seseorang melakukan tindakan ekstrem.