HOTNEWS.ID - Kylian Mbappe telah mengukuhkan namanya sebagai figur dominan dalam sejarah Piala Dunia, khususnya pada fase gugur turnamen. Status baru ini diraihnya setelah penampilan gemilang yang membuatnya mencatatkan rekor gol yang mengesankan.

Penyerang andalan tim nasional Prancis ini berhasil mencetak dua gol atau brace dalam pertandingan krusial yang memastikan langkah Les Bleus ke babak selanjutnya. Momen bersejarah ini terjadi saat Prancis menundukkan lawan mereka dengan skor telak 3-0.

Pertandingan penentuan tersebut berlangsung di Stadion New York New Jersey pada hari Selasa, 30 Juni, atau Rabu dini hari waktu Indonesia, 1 Juli. Kemenangan ini menegaskan dominasi Prancis dan kelolosan mereka ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Dengan tambahan dua gol tersebut, total koleksi gol Mbappe di fase gugur Piala Dunia kini mencapai angka 10 gol. Torehan ini secara signifikan menempatkannya di puncak daftar top skor fase gugur sepanjang masa.

Catatan 10 gol ini melampaui perolehan dua megabintang sepak bola dunia, yaitu Cristiano Ronaldo dan Leonidas da Silva, yang masing-masing tercatat mengoleksi delapan gol di fase gugur. Hal ini menegaskan lonjakan performa Mbappe di momen-momen paling menentukan.

Dikutip dari CNN Indonesia, Mbappe kini berdiri di atas deretan nama besar lain seperti Pele, Edvaldo Jizídio Neto, Just Fontaine, dan Oldrich Nejedly, yang masing-masing membukukan tujuh gol di fase gugur. Sementara itu, Eusebio, Gyorgy Sarosi, Gary Lineker, dan Roberto Baggio berada di bawah mereka dengan enam gol.

Pemain-pemain legendaris lainnya seperti Silvio Piola, Gyula Zsengeller, Helmut Rahn, Thomas Muller, Zinedine Zidane, Wesley Sneijder, Miroslav Klose, dan Lionel Messi tercatat memiliki lima gol di fase gugur turnamen akbar ini.

Dua gol yang dicetak Mbappe juga membawanya semakin dekat untuk memburu rekor Lionel Messi dalam daftar top skor sepanjang masa Piala Dunia. Saat ini, Messi masih memimpin dengan total 19 gol, sementara Mbappe telah mengumpulkan 18 gol.

Momen perayaan gol Mbappe juga menyentuh sisi emosional, di mana ia tampak merayakan golnya ke gawang lawan dengan menghampiri Didier Deschamps. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada sang pelatih yang sedang dirundung duka mendalam.