HOTNEWS.ID - Praktik journaling atau menulis catatan pribadi kini menjadi metode yang semakin diminati masyarakat Indonesia sebagai upaya menjaga kesehatan mental di tengah kompleksitas kehidupan modern. Aktivitas ini dinilai efektif karena mampu memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam mengenai gejolak emosi dan membantu mengurai benang kusut dalam pikiran sehari-hari.

Tekanan hidup di perkotaan sering kali menyebabkan individu kehilangan koneksi esensial dengan diri mereka sendiri, menciptakan pikiran yang penuh dan memicu stres laten. Hal ini diungkapkan oleh praktisi pengembangan diri, Magna Circle Sari Praja, dalam sebuah kesempatan di Jakarta.

Menurut Sari, journaling berfungsi sebagai saluran vital untuk memindahkan berbagai pikiran dan perasaan yang selama ini hanya terpendam di dalam kepala. Kondisi pikiran yang terlalu penuh tersebut dapat menghambat seseorang untuk tetap membumi atau grounded.

"Kadang di kehidupan metropolitan banyak hal yang kita pikirkan dan urus. Itu bisa membuat pikiran penuh atau bahkan kita tidak grounded dengan diri sendiri. Journaling membantu menguraikan apa yang ada di dalam pikiran kita," ujarnya di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Lebih lanjut, Sari menjelaskan bahwa proses menulis secara rutin mendorong seseorang untuk bersikap lebih jujur pada dirinya sendiri karena dilakukan tanpa adanya intervensi atau tekanan dari orang lain. Kebiasaan ini membangun ruang aman untuk ekspresi diri.

Berbeda dengan berbagi beban kepada orang lain, menulis catatan pribadi memungkinkan seseorang mengekspresikan perasaan terdalam tanpa perlu khawatir akan adanya penghakiman atau kritik dari lingkungan sekitar. Hal ini krusial untuk kesehatan emosional.

"Ketika ditulis, kita bisa lebih connect dengan diri sendiri. Kalau tidak dituangkan, kita bisa jadi mudah terpicu dan mudah reaktif," katanya.

Sari menekankan bahwa journaling merupakan metode refleksi diri yang sangat mudah diakses karena tidak menuntut biaya besar maupun fasilitas khusus yang rumit. Peralatan yang dibutuhkan hanyalah kertas dan alat tulis sederhana untuk memulai perjalanan introspeksi.

"Ini salah satu alat yang paling mudah dan paling murah untuk mengelola batin atau mengelola pikiran kita sendiri," ujarnya.