HOTNEWS.ID - Gangguan pasokan listrik terjadi di beberapa area di Bekasi, Jawa Barat, yang menyebabkan keresahan di kalangan masyarakat setempat. Pemadaman yang berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya ini dilaporkan berdampak signifikan terhadap kelancaran aktivitas pekerjaan warga.
Secara spesifik, salah satu warga yang terdampak adalah Yeni Lestari, seorang penduduk yang tinggal di kawasan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi Timur. Ia mengalami kondisi listrik padam yang berlangsung cukup lama pada Rabu sore dan malam hari.
Menurut kesaksian Yeni Lestari, pemadaman listrik di kediamannya mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WIB dan baru kembali menyala menjelang pukul 20.00 WIB. Durasi pemadaman ini cukup mengganggu rutinitas harian yang sedang dilakukan oleh keluarga dan dirinya.
Yeni Lestari mengungkapkan bahwa awalnya ia mengira penyebab gangguan tersebut adalah token listrik prabayar yang telah habis, terutama karena koneksi internet melalui WiFi tidak berfungsi. Hal ini menunjukkan bahwa pemadaman listrik tersebut datang secara tiba-tiba.
"Mati lampu di rumah saya tadi sekitar jam 5 sore, dikiranya token abis karena wifi nggak connect, tapi ternyata mati lampu. Baru nyala lagi sekitar jam 8 malam," kata Yeni kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Perlu dicatat bahwa Yeni Lestari menyatakan bahwa pihak PLN sama sekali tidak memberikan informasi atau notifikasi resmi mengenai rencana pemadaman listrik tersebut. Ketiadaan informasi ini menambah beban bagi warga yang sedang beraktivitas.
Peristiwa pemadaman mendadak di Rawalumbu ini menjadi sorotan karena terjadi pada jam-jam sibuk sore hari, di mana banyak warga mungkin sedang menyelesaikan pekerjaan kantor atau kegiatan penting lainnya di rumah. Situasi ini menyoroti pentingnya komunikasi yang lebih baik dari penyedia layanan listrik.
Dilansir dari sumber berita yang meliput kejadian ini, pemadaman listrik yang dialami warga Rawalumbu merupakan kejadian yang cukup meresahkan. Hal ini memicu keluhan warga mengenai kurangnya antisipasi dan pemberitahuan dari PT PLN.
Dikutip dari sumber berita yang mewawancarai Yeni Lestari, ia menyampaikan bahwa pemadaman listrik telah berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Ia berharap PLN dapat meningkatkan sistem peringatan dini untuk pemadaman yang tidak terjadwal.