HOTNEWS.ID - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan keseriusannya dalam membongkar kasus dugaan korupsi yang melibatkan beberapa BUMN besar, termasuk PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel. Langkah terbaru dilakukan dengan penggeledahan mendalam di sebuah properti di area Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Aktivitas penegakan hukum ini berfokus pada pencarian barang bukti terkait dugaan tindak pidana pencucian uang dan korupsi yang sedang diselidiki oleh pihak kepolisian. Penggeledahan yang berlangsung dini hari ini berhasil menemukan sejumlah aset bernilai tinggi.

Salah satu penemuan signifikan dalam operasi tersebut adalah penyitaan aset berupa 74 kilogram emas batangan murni. Selain emas fisik, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah uang dalam mata uang asing yang diduga terkait dengan aliran dana korupsi tersebut.

Namun, selain aset finansial yang berupa komoditas dan mata uang, penyidik juga melakukan penyitaan terhadap barang-barang pribadi yang dianggap relevan dengan pemilik aset. Hal ini menunjukkan upaya komprehensif dalam melacak jejak para terduga.

"Kemudian kita juga telah melakukan penciptaan beberapa dokumen-dokumen, termasuk handphone. Kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas," ujar Kakortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto, saat memberikan keterangan pers di lokasi penggeledahan di Sentul, Bogor, pada Kamis (9/7/2026) dini hari.

Penyitaan barang bukti yang ditemukan, termasuk perangkat elektronik dan dokumen pribadi seperti foto keluarga, merupakan bagian penting dari proses pembuktian di pengadilan. Barang-barang ini akan dianalisis lebih lanjut oleh tim penyidik.

Irjen Totok Suharyanto mengonfirmasi bahwa seluruh barang bukti yang berhasil diamankan dari lokasi tersebut akan segera melalui proses administrasi penyitaan resmi. Proses ini penting untuk menjaga keabsahan barang bukti dalam tahapan penyelidikan.

"Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan," imbuh Irjen Totok Suharyanto, menegaskan langkah tegas aparat dalam mengamankan temuan di lokasi penggeledahan. Dikutip dari berbagai sumber berita terkait perkembangan kasus tersebut.

Operasi ini menegaskan komitmen Polri untuk menelusuri seluruh aspek keuangan dan jaringan yang terlibat dalam dugaan korupsi berskala besar yang merugikan keuangan negara. Fokus tidak hanya pada uang tunai, tetapi juga pada jejak digital dan hubungan personal pemilik aset.