HOTNEWS.ID - Wacana mengenai Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) kembali memicu diskusi hangat di tengah publik dan kalangan legislatif di Indonesia. Isu utama yang menjadi sorotan adalah urgensi penguatan kembali fondasi filosofis pendidikan nasional dalam kerangka hukum yang baru ini.
Saat ini, perhatian khusus difokuskan pada bagaimana warisan pemikiran tokoh pendidikan bangsa dapat terintegrasi secara utuh dalam rancangan undang-undang tersebut. Hal ini menyangkut nilai-nilai fundamental yang diyakini mampu membentuk karakter bangsa secara menyeluruh.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rerie, menyuarakan keprihatinannya yang mendalam mengenai kemungkinan terabaikannya konsep inti pendidikan nasional tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan filosofi pendidikan yang telah teruji.
Dilansir dari INFOTREN.ID, desakan ini muncul seiring dengan kebutuhan untuk memastikan bahwa RUU Sisdiknas mencerminkan cita-cita luhur pendiri bangsa dalam sistem pendidikan modern. Integrasi ini dianggap krusial bagi masa depan generasi penerus.
Rerie secara tegas menyampaikan bahwa pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap warisan pemikiran para tokoh bangsa, khususnya mengenai Tri Pusat Pendidikan. Ia menekankan bahwa konsep ini bukan sekadar teori, melainkan panduan praktis dalam mendidik.
"Saya mendesak agar pemerintah tidak mengabaikan warisan pemikiran tokoh pendidikan bangsa," ujar Rerie, menegaskan pentingnya penguatan kembali filosofi Ki Hajar Dewantara.
Filosofi Tri Pusat Pendidikan, yang mencakup lingkungan pendidikan di rumah, sekolah, dan masyarakat, dinilai representasi paling tepat untuk pendidikan holistik. Penguatan konsep ini dalam RUU Sisdiknas diharapkan dapat memberikan arah yang jelas bagi reformasi pendidikan.
Pembahasan di tingkat legislatif kini menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan antara tuntutan modernisasi pendidikan dengan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan oleh para pendidik terdahulu. Keputusan akhir dalam perumusan RUU Sisdiknas akan sangat menentukan arah pendidikan Indonesia ke depan.