HOTNEWS.ID - Kepolisian Daerah Jawa Timur mengerahkan bantuan dalam penanganan kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa seorang remaja putri berusia 15 tahun di Sampang. Kasus ini melibatkan puluhan pelaku, di mana sebagian besar masih dalam pengejaran petugas.

Direktorat Reserse Perindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Jatim secara aktif memberikan dukungan kepada Kepolisian Resor Sampang. Hal ini dilakukan untuk memastikan penanganan kasus berjalan optimal dan para pelaku dapat segera tertangkap.

Polda Jatim memastikan pihaknya akan terus melakukan upaya maksimal untuk mengejar seluruh pelaku yang terlibat dalam kasus asusila tersebut. Fokus utama saat ini adalah pada 14 orang yang statusnya masih menjadi buronan pihak kepolisian.

"Untuk kasus tersebut dari Ditres PPA & PPO Polda Jatim melakukan asistensi dan back up penanganan yang dilakukan oleh Polres Sampang," demikian disampaikan oleh Kombes Ganis Setyaningrum, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jatim, saat dihubungi pada Rabu, 15 Juli 2026.

Kombes Ganis Setyaningrum juga menegaskan komitmen Polda Jatim untuk terus berupaya keras dalam proses pengejaran para pelaku yang masih melarikan diri. Upaya ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban.

Dukungan dari Polda Jatim ini merupakan wujud keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan seksual, terutama yang melibatkan anak di bawah umur.

Peristiwa tragis ini terjadi di Sampang, Madura, yang melibatkan seorang korban berusia 15 tahun. Kasus ini telah menarik perhatian publik dan membutuhkan penanganan yang cermat serta tegas.

Dengan adanya asistensi dari Polda Jatim, diharapkan Polres Sampang dapat lebih mempercepat proses penangkapan terhadap 14 pelaku yang masih buron.

"Kami akan terus mengejar para pelaku," ujar Kombes Ganis Setyaningrum, menegaskan kembali komitmen Polda Jatim.