HOTNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto sempat melontarkan gagasan mengejutkan mengenai kemungkinan pemangkasan anggaran di sektor pertahanan dan kepolisian. Ide ini muncul sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengakselerasi program pengentasan kemiskinan dan kelaparan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat menghadiri acara panen raya serentak yang dilaksanakan di 43 titik di Malang, Jawa Timur. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap prioritas pembangunan sosial.

"Kita akan hemat anggaran kita, kita akan bikin efisien, bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," ujar Presiden Prabowo saat memberikan keterangan di Malang, Sabtu (18/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan generasi muda Indonesia dapat tumbuh sehat dan terbebas dari jerat kemiskinan. Hal ini penting agar mereka siap menjadi penopang kemajuan bangsa di masa depan.

Fokus pada generasi muda sejalan dengan proyeksi lembaga internasional mengenai potensi ekonomi Indonesia. Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia pada periode 2045 hingga 2050, melampaui negara-negara maju seperti Jepang, Inggris, dan Prancis.

"Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia," kata Presiden Prabowo, menekankan pentingnya investasi pada sumber daya manusia muda.

Pernyataan mengenai potensi pemangkasan anggaran pertahanan dan Polri ini muncul dalam konteks strategi yang lebih luas untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.

Efisiensi anggaran di sektor-sektor tersebut dapat dialihkan untuk program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam upaya pemberantasan kemiskinan.

Presiden Prabowo menekankan bahwa kesejahteraan generasi muda adalah kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas di masa depan.