HOTNEWS.ID - Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) secara resmi melayangkan surat protes tertulis kepada FIFA. Protes ini ditujukan terkait dengan serangkaian keputusan wasit selama pertandingan perdana mereka di Piala Dunia 2026 melawan Argentina.
Peristiwa yang menjadi fokus utama protes ini terjadi saat pertandingan pembuka Grup J yang mempertemukan Aljazair melawan Argentina pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Hasil akhir laga tersebut menunjukkan kekalahan telak bagi Aljazair dengan skor akhir 0-3.
Inti dari keberatan FAF adalah keputusan wasit yang dinilai tidak konsisten, khususnya mengenai insiden yang melibatkan kapten Argentina, Lionel Messi, pada babak pertama. Messi menjadi pusat perhatian bukan hanya karena torehan hat-trick-nya, tetapi juga karena dugaan pelanggaran kerasnya.
Insiden krusial tersebut melibatkan perebutan bola antara Messi dan kapten Aljazair, Aissa Mandi. Pemain Inter Miami tersebut diduga melakukan pelanggaran berat yang seharusnya berujung pada hukuman kartu merah.
Meskipun insiden tersebut sempat ditinjau sebentar oleh perangkat pertandingan, wasit utama Szymon Marciniak dari Polandia memutuskan untuk tidak mengeluarkan kartu merah kepada Messi. Keputusan ini diperkuat oleh VAR yang tidak merekomendasikan peninjauan ulang yang lebih mendalam mengenai kejadian tersebut.
Keputusan wasit tersebut sontak memicu reaksi keras dari kubu Aljazair. Mereka merasa standar penegakan aturan dalam turnamen tersebut dipertanyakan akibat insiden ini.
Dalam surat resminya kepada komite wasit FIFA, FAF secara eksplisit mempertanyakan standar penerapan aturan yang digunakan di Piala Dunia 2026. FAF menilai terdapat ketidaksesuaian dalam pemberian hukuman dibandingkan dengan pelanggaran lain yang telah menghasilkan kartu merah selama gelaran turnamen yang sama.
"FAF mempertanyakan standar penegakan aturan di Piala Dunia 2026," mengacu pada surat resmi yang dikirimkan kepada komite wasit FIFA.
Protes tersebut tidak hanya menyoroti insiden Messi, tetapi juga menyoroti dugaan pelanggaran lain yang terjadi dalam pertandingan tersebut. Salah satunya adalah pelanggaran yang diduga dilakukan oleh pemain Argentina, Alexis Mac Allister, terhadap pemain Aljazair, Ibrahim Maza, yang juga tidak dihadiahi sanksi tegas.