HOTNEWS.ID - Legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry, baru-baru ini melontarkan pujian yang sangat tinggi untuk Lionel Messi menyusul penampilan heroik sang pemain di Piala Dunia 2026. Pujian tersebut muncul setelah Messi berhasil memimpin Argentina melaju ke babak 8 besar turnamen bergengsi tersebut.
Peristiwa ini terjadi setelah Argentina meraih kemenangan dramatis dengan skor akhir 3-2 melawan Mesir pada hari Selasa (7/7). Momen krusial itu disaksikan langsung oleh publik global, termasuk Henry yang pernah menjadi rekan setim Messi di Barcelona.
Dalam pertandingan tersebut, Lionel Messi tercatat berhasil membukukan gol indah yang sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 2-2 bagi La Albiceleste menghadapi The Pharaohs. Gol tersebut menjadi titik balik penting dalam perjuangan Argentina di laga krusial tersebut.
Henry menggambarkan momen tersebut seolah-olah berasal dari sebuah naskah film yang sulit dipercaya kenyataannya. "Kita berada di wilayah Hollywood dan apa yang dilakukan Messi tampak seperti skenario film yang tak seorang pun akan percaya mungkin terjadi," ujar Henry, sebagaimana dilansir dari Mundo Deportivo.
Menariknya, sebelum mencetak gol penyeimbang tersebut, Messi sempat gagal mengeksekusi tendangan penalti. Henry melihat kegagalan itu sebagai bukti bahwa Messi tetaplah seorang manusia biasa yang rentan membuat kesalahan.
Namun, kegagalan itu segera ditebus dengan penampilan luar biasa, yang kemudian mendorong Henry untuk memberikan penilaian ekstrem mengenai status Messi. "Pertama, dia mengingatkan kita bahwa dia manusia karena dia gagal mengeksekusi penalti, tetapi kemudian dia menunjukkan lagi bahwa dia bukan manusia," sambung legenda Arsenal itu.
Henry menekankan bahwa kemampuan Messi untuk segera bangkit dari kesalahan fatal dan mencetak gol penentu menegaskan statusnya yang melampaui batas kemampuan manusia normal. Kegagalan penalti itu justru menjadi pemanis sebelum keajaiban tercipta.
Lebih jauh, Henry mengenang masa-masa mereka bersama di Barcelona ketika membentuk trio mematikan bersama Samuel Eto'o. Ia menceritakan sebuah insiden latihan yang menunjukkan evolusi karakter Messi.
Henry menarasikan bahwa dulu Messi pernah menjadi pemain yang cenderung banyak mengeluh mengenai keputusan staf pelatih terkait insiden pelanggaran yang tidak diakui. Dari situlah Messi diperintahkan untuk mengurangi keluhannya.