HOTNEWS.ID - Perdagangan hari Jumat, 12 Juni 2026, dibuka dengan kabar positif bagi pasar saham Indonesia, khususnya pada Indeks Bisnis-27. Indeks komposit yang merupakan hasil kolaborasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Harian Bisnis Indonesia ini menunjukkan penguatan substansial sejak awal sesi.
Indeks Bisnis-27 berhasil melonjak sebesar 1,80% saat pembukaan, menembus level 415,73 pada pagi hari tersebut. Kinerja positif ini sangat kentara dari mayoritas konstituen indeks, di mana 25 dari total 27 saham tercatat mengalami kenaikan harga.
Hanya satu saham yang tercatat mengalami pelemahan harga, sementara satu saham lainnya dilaporkan stagnan pada pembukaan perdagangan hari itu. Mayoritas pergerakan harga yang positif ini mengindikasikan sentimen beli yang kuat di kalangan investor pada saham-saham konstituen indeks.
Penguatan harga saham paling signifikan dicatatkan oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), yang melonjak 5,21% mencapai harga Rp505 per lembar. Selain BRMS, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) juga menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 4,76% ke level Rp308.
Saham-saham sektor sumber daya alam dan energi tampak mendominasi pergerakan positif pagi itu, seperti PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang menguat 3,98% menjadi Rp4.440. PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) juga turut menyumbang kenaikan sebesar 3,65% ke posisi Rp1.420.
Beberapa emiten besar lainnya juga menunjukkan performa impresif, termasuk PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang naik 3,57% ke Rp145, dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) yang menguat 3,00% mencapai Rp1.545. Saham perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga ikut menguat 2,58% ke Rp5.975.
Kontras dengan tren penguatan, PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) justru mengalami koreksi harga sebesar 1,90%, ditutup pada harga Rp2.580 pada pembukaan tersebut. Sementara itu, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) dilaporkan tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Melihat kondisi pasar secara keseluruhan, tim analis MNC Sekuritas mencatat bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melemah 0,28% ke level 5.886 pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, Kamis (11/6/2026), disertai adanya tekanan jual.
"Secara teknikal, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3," tulis tim analis MNC Sekuritas dalam riset hariannya pada Jumat (12/6/2026).