HOTNEWS.ID - PT Phapros Tbk. (PEHA) telah menyepakati pembagian dividen tunai kepada seluruh pemegang sahamnya senilai Rp27,44 miliar berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025. Keputusan ini merupakan momen penting mengingat perusahaan sempat absen membagikan dividen selama dua tahun sebelumnya.

Direktur Utama PEHA, Intan Abdams Katoppo, menjelaskan bahwa total nilai pembagian tersebut ditetapkan setara dengan rasio pembayaran dividen (dividen payout ratio) sebesar 15% dari total laba bersih tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp27,44 miliar. Angka laba bersih tersebut menunjukkan pemulihan kinerja yang cukup signifikan bagi perusahaan farmasi ini.

"Kami bersyukur, setelah selama 2 tahun berturut-turut [tahun buku 2024 dan 2023], tidak menerima dividen, kini akhirnya pemegang saham dapat kembali menerima dividen," ujarnya dalam keterangan resmi RUPST yang dilaksanakan pada Kamis, 11 Juni 2026.

Pembagian dividen ini menjadi indikator bahwa kondisi keuangan Phapros saat ini dinilai sehat dan solid, didukung oleh arus kas yang kuat serta fundamental bisnis yang kokoh, seperti yang disampaikan oleh manajemen perusahaan.

Pemulihan ini sejalan dengan kinerja keuangan PEHA yang berhasil mencatatkan laba bersih pada tahun 2025 sebesar Rp27,4 miliar, sebuah peningkatan fantastis sebesar 109% dibandingkan tahun 2024 yang masih mencatatkan kerugian sebesar Rp290,6 miliar.

Laba yang berhasil dibukukan Phapros didorong oleh pertumbuhan penjualan di berbagai segmen produk hingga mencapai dua digit, ditambah dengan efektivitas strategi efisiensi operasional yang diterapkan sepanjang tahun.

Penjualan PEHA pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp940,88 miliar, menunjukkan kenaikan sebesar 26,34% secara tahunan (year-on-year/YoY), yang tersebar merata di semua lini produk perseroan.

Kenaikan penjualan ini meliputi segmen obat bebas tanpa resep dokter (OTC) yang naik 43,20% YoY, segmen obat generik berlogo (OGB) yang tumbuh 13,95% YoY, dan segmen ethical yang melonjak signifikan hingga 55% YoY.

Selain peningkatan pendapatan, perusahaan juga berhasil menekan biaya operasional secara efektif sepanjang tahun 2025, di mana biaya pokok penjualan (COGS) per unit berhasil dikurangi sebesar 5,41% secara tahunan dan beban usaha turun 14,64% YoY.