HOTNEWS.ID - Momen nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi penggemar di Indonesia. Aktivitas sosial ini seringkali berlangsung seru selama durasi pertandingan yang mencapai 90 menit lebih.
Namun, keseruan nobar ini seringkali diiringi dengan konsumsi makanan dan minuman yang tinggi kalori dalam jumlah yang tidak sedikit. Kebiasaan mengonsumsi camilan berlebihan inilah yang menjadi perhatian utama para profesional kesehatan.
Asupan energi harian dapat menumpuk tanpa disadari ketika penonton terlalu larut dalam euforia pertandingan yang berlangsung hingga larut malam. Hal ini secara langsung berpotensi memicu penambahan berat badan bagi para penggemar setia.
Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menyoroti sumber utama yang menyebabkan kenaikan bobot badan selama periode nobar berlangsung. Beliau memberikan perspektif penting mengenai pola makan selama acara kumpul-kumpul tersebut.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, dr Igus Ulfa Yaze menegaskan bahwa pertandingan sepak bola itu sendiri bukanlah faktor kausal langsung dari pertambahan angka pada timbangan. Fokus utama harus dialihkan pada apa yang dikonsumsi selama acara berlangsung.
"Pertandingan itu sendiri bukanlah penyebab langsung pertambahan angka pada timbangan," ujar dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menekankan bahwa kebiasaan makan adalah variabel kuncinya. Ini mengindikasikan perlunya perubahan perilaku saat menikmati laga.
Para ahli gizi menekankan pentingnya kesadaran akan jenis dan jumlah makanan ringan yang dipilih saat menyaksikan pertandingan. Pengelolaan porsi menjadi kunci utama untuk mencegah surplus kalori yang tidak diinginkan.
Oleh karena itu, penggemar diimbau untuk mulai merencanakan asupan mereka sebelum nobar dimulai. Dengan perencanaan yang matang, tradisi menonton sepak bola tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan target kesehatan jangka panjang.