HOTNEWS.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PUPR) telah mengidentifikasi setidaknya empat ruas jalan tol yang kini tengah dalam tahap konstruksi dan ditargetkan selesai beroperasi sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang. Target ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas infrastruktur di seluruh Indonesia.

Direktur Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR, Dedy Gunawan, menjelaskan bahwa ruas-ruas tol tersebut tersebar di dua koridor utama, yaitu Jalan Tol Trans Jawa dan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).

Dedy Gunawan secara spesifik menyebutkan beberapa proyek yang diprioritaskan untuk selesai pada 2027. Ia menyatakan bahwa "Yang rampung 2027 mungkin ada Tol Akses Patimban, kemudian juga Ciawi - Sukabumi [bagian dari Tol Bogor - Ciawi - Sukabumi/Bocimi]," ujar Dedy saat ditemui di Kompleks Parlemen RI, Rabu (1/7/2026).

Selain dua ruas tol tersebut, Dedy juga mengonfirmasi bahwa Jalan Tol Jakarta - Cikampek II Selatan (Japek II Selatan) yang saat ini sedang dibangun juga masuk dalam daftar proyek yang ditargetkan selesai dan tersambung penuh pada tahun depan.

Fokus pembangunan tidak hanya tertuju pada Pulau Jawa, tetapi juga Sumatra. Untuk koridor Trans Sumatra, ruas Tol Betung - Tempino - Jambi, yang dikenal sebagai Betajam, diincar dapat menyelesaikan konstruksinya pada tahun 2027.

Dedy Gunawan menambahkan informasi mengenai perkembangan di Sumatra dan wilayah lain. "Di Sumatra ada Betung - Jambi, kemudian di Aceh ada sebenarnya tinggal ULF saja beberapa," tambahnya.

Pemerintah memang menetapkan target ambisius terkait peningkatan konektivitas dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2025 hingga 2029. Target ini menjadi landasan utama percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol.

Dalam RPJMN tersebut, pemerintah membidik target agar konstruksi jalan tol baru yang beroperasi dapat mencapai total sepanjang 5.134 kilometer selama periode lima tahun tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap infrastruktur darat.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR, Roy Rozali Anwar, menjelaskan bahwa target konektivitas ini akan dicapai melalui sinergi pendanaan. Ia memaparkan bahwa target tersebut dibidik dalam rangka meningkatkan konektivitas jalan, khususnya pada sejumlah jalur utama.