HOTNEWS.ID - Berbagai situasi yang terjadi saat berkendara di jalan raya sering kali menjadi katalisator munculnya emosi negatif bagi para pengguna jalan. Penelitian terkini mencoba mengidentifikasi secara spesifik apa saja yang paling sering memicu kemarahan di antara para pengemudi.
Sebuah survei komprehensif telah berhasil mengungkap temuan menarik mengenai negara-negara yang dikenal memiliki tingkat pengemudi yang cenderung terlibat dalam konflik di jalan. Hasil ini memberikan perspektif baru mengenai akar permasalahan road rage global.
Temuan mengejutkan ini merupakan hasil dari survei yang dilaksanakan oleh DiscoverCars pada bulan April 2026. Survei tersebut melibatkan partisipasi aktif dari lebih dari 700 responden yang tersebar di berbagai lokasi.
Metodologi pengumpulan data dilakukan melalui mekanisme jajak pendapat elektronik yang dikirimkan langsung kepada pelanggan setia DiscoverCars. Kriteria responden adalah mereka yang aktif menggunakan layanan platform penyewaan mobil tersebut.
Sebagian besar responden yang berpartisipasi dalam studi ini adalah para wisatawan yang sedang melakukan perjalanan internasional dengan menggunakan mobil sewaan. Hal ini memberikan sudut pandang unik mengenai perbedaan perilaku mengemudi antarbudaya.
Para responden diminta untuk membagikan secara rinci pengalaman mereka terkait fenomena road rage, termasuk perilaku pengemudi lain yang mereka anggap paling mengganggu saat berkendara. Fokus utama adalah mengidentifikasi perilaku spesifik yang memicu reaksi emosional.
Dikutip dari DiscoverCars, survei tersebut bertujuan untuk memetakan faktor-faktor pemicu utama yang menyebabkan ketegangan dan agresi di jalan raya di mata pengemudi itu sendiri. Hasilnya diharapkan dapat memberikan masukan untuk peningkatan keselamatan berkendara.
Meskipun survei ini dilakukan terhadap pelanggan penyewaan mobil, temuan mengenai perilaku mengganggu tersebut dapat diasosiasikan dengan isu kemarahan di jalan secara umum. Hal ini menunjukkan adanya pola perilaku yang perlu diperhatikan oleh semua pihak.
Penelitian ini menekankan bahwa penyebab utama kemarahan di jalan raya mungkin bukan hanya terkait dengan suara keras seperti klakson, melainkan pada interaksi dan perilaku spesifik dari pengemudi lain di sekitar mereka.