HOTNEWS.ID - Sebuah peristiwa yang menyayat hati terjadi di Thailand pada hari Kamis (2/7), menyelimuti suasana damai dengan duka mendalam. Insiden tersebut melibatkan sebuah truk yang dikemudikan oleh seorang anak di bawah umur yang menabrak rombongan prosesi keagamaan.
Tragedi ini mengakibatkan kerugian jiwa yang signifikan, di mana tercatat delapan anggota rombongan biksu meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain korban jiwa, tercatat juga sepuluh orang lainnya mengalami luka-luka akibat benturan keras tersebut.
Peristiwa nahas ini terjadi ketika rombongan yang sedang melakukan prosesi Buddha sedang berjalan di bahu jalan di wilayah Provinsi Mukdahan. Rombongan tersebut terdiri dari total 35 biksu yang sedang menjalankan ritual keagamaan.
Selain para biksu, terdapat pula lima orang pengikut yang turut serta dalam prosesi tersebut saat kecelakaan fatal itu berlangsung. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan sangat memilukan pasca tabrakan antara truk dan rombongan pejalan kaki ini.
Pihak kepolisian segera turun tangan untuk menangani situasi dan memulai penyelidikan mendalam mengenai penyebab kecelakaan tersebut. Fokus utama penyelidikan adalah pada pengemudi truk yang ternyata masih seorang anak-anak.
Mayor Jenderal Polisi Pairoj Thaiphutsa, selaku komandan Kepolisian Provinsi Mukdahan, memberikan keterangan resmi kepada awak media mengenai perkembangan awal kasus ini. Investigasi segera dilakukan untuk memastikan akar masalah dari insiden mengerikan ini.
"Tersangka adalah seorang anak. Kendaraan tersebut telah dibawa untuk pemeriksaan forensik untuk menentukan penyebabnya," kata Mayor Jenderal Polisi Pairoj Thaiphutsa, komandan Kepolisian Provinsi Mukdahan, kepada wartawan.
Pemeriksaan forensik terhadap truk yang terlibat tabrakan menjadi langkah krusial untuk mengidentifikasi faktor teknis atau kelalaian yang mungkin berkontribusi pada kecelakaan. Pihak berwenang berupaya mengungkap kronologi lengkap di balik kecelakaan maut tersebut.
Dikutip dari berbagai sumber, otoritas setempat kini tengah menangani korban luka-luka untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Proses identifikasi dan penanganan keluarga korban meninggal juga menjadi prioritas utama aparat di Mukdahan.