HOTNEWS.ID - Sebuah insiden tragis menggemparkan Kota Medan, melibatkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga menjadi korban pemerasan oleh sindikat pekerja seks komersial (PSK) daring. Peristiwa ini berujung pada tewasnya korban setelah diduga melompat dari lantai 12 sebuah apartemen.

Korban yang diidentifikasi berinisial AL, seorang ASN dari BPN Nias berusia 27 tahun, ditemukan tewas pada Jumat (10/7) dini hari. Kejadian ini diduga dipicu oleh pemerasan yang dilakukan oleh dua wanita yang menjajakan jasa melalui aplikasi kencan online.

Menurut informasi yang dihimpun, korban AL pertama kali menjalin komunikasi dengan salah satu pelaku, yang diketahui berinisial FR (31), melalui aplikasi MiChat. Korban kemudian mengundang FR untuk datang ke apartemennya di Skyview Medan pada Jumat itu, sekitar pukul 03.30 WIB.

Namun, saat FR tiba, ia tidak datang sendiri melainkan bersama seorang temannya yang berinisial JS (29). Kehadiran teman FR ini kemudian menjadi titik krusial dalam kronologi kejadian yang berujung pada tragedi tersebut.

"Korban menolak untuk berhubungan badan dengan pelaku FR karena foto yang berada di aplikasi ternyata bukan foto FR," demikian narasi yang disampaikan terkait penolakan korban. Hal ini menimbulkan kekecewaan dan kebingungan bagi korban.

Ketidaksesuaian antara foto profil dan kenyataan membuat korban AL memutuskan untuk tidak melanjutkan niatnya dengan FR. Ia kemudian mengalihkan perhatiannya untuk berhubungan badan dengan pelaku JS.

Dugaan kuat menunjukkan bahwa kedua pelaku, FR dan JS, merupakan bagian dari sindikat pemerasan yang beroperasi menggunakan aplikasi kencan. Mereka diduga kerap mengganti foto profil di aplikasi untuk menarik perhatian calon korban.

Modus operandi ini diduga menjadi strategi untuk mengelabui dan memikat korban sebelum melakukan aksi pemerasan. Perubahan foto profil yang sering dilakukan menjadi ciri khas dari kelompok ini.

"Dilansir dari detikSumut," disebutkan bahwa korban AL diduga tewas usai melompat dari lantai 12 Apartemen Skyview Medan. Kejadian ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mengungkap motif dan kronologi lengkapnya.