HOTNEWS.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan aktivitas pasar modal yang dinamis dengan terdaftarnya sejumlah surat utang korporasi baru pada perdagangan hari Kamis, 9 Juli 2026. Total nilai emisi yang tercatat mencapai angka signifikan, yaitu sekitar Rp3,08 triliun.

Total dana yang berhasil dihimpun tersebut terbagi antara obligasi konvensional yang menyumbang Rp1,22 triliun, serta penerbitan sukuk yang berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1,85 triliun.

Emisi surat utang terbesar pada hari itu dibukukan oleh PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. melalui Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Metro Healthcare Indonesia Tahap I Tahun 2026. Perseroan ini berhasil menerbitkan sukuk dengan nilai total mencapai Rp1 triliun.

Sukuk dari Metro Healthcare tersebut terdiri dari dua seri, yakni Seri A senilai Rp500 miliar dengan imbal hasil ekuivalen 7,75% dan tenor 370 hari, serta Seri B senilai Rp500 miliar dengan imbal hasil ekuivalen 8,75% dan tenor tiga tahun.

Selanjutnya, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) turut serta dalam pencatatan obligasi berkelanjutan dengan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Indonesia Infrastructure Finance Tahap I Tahun 2026 senilai Rp432,585 miliar. Obligasi IIF ini ditawarkan dalam tiga seri dengan tenor dan kupon yang bervariasi.

PT Bali Towerindo Sentra Tbk. juga menambah daftar emiten dengan mencatatkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Bali Towerindo Sentra Tahap I Tahun 2026, yang bernilai total Rp373,2 miliar. Sukuk ini memiliki Seri A dengan imbal hasil ekuivalen 8,25% dan Seri B dengan imbal hasil ekuivalen 8,625%.

Di sektor pembiayaan, PT Bussan Auto Finance menerbitkan obligasi dan sukuk dengan total nilai gabungan lebih dari Rp466 miliar. Perusahaan ini menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2026 senilai Rp366,845 miliar dan Sukuk Mudharabah senilai Rp100 miliar.

Grup Sinarmas melalui PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga aktif di pasar, menerbitkan Obligasi dan Sukuk Mudharabah total senilai Rp320 miliar lebih. Obligasi DSSA menawarkan kupon antara 8,25% hingga 8,50% untuk tenor 3 hingga 5 tahun.

Salah satu emiten yang menawarkan tingkat imbal hasil tertinggi adalah PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT), yang mencatatkan obligasi dengan kupon mencapai 12% untuk seri berjangka waktu 5 tahun. BWPT menerbitkan obligasi maksimal Rp200 miliar dan sukuk maksimal Rp150 miliar.