HOTNEWS.ID - Banjir yang melanda Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu (18/6) malam, memaksa ratusan warganya untuk mengungsi demi keselamatan. Kejadian ini menyebabkan sekitar 450 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, menjelaskan bahwa warga yang mengungsi tersebut mencari tempat aman di kediaman kerabat mereka. "450 warga itu mengungsi ke rumah kerabat yang aman dari banjir," ujarnya.

Selain itu, sebanyak 60 orang dari 20 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terjebak akibat derasnya aliran air yang melanda kawasan tersebut.

Upaya evakuasi terhadap mereka yang terjebak dilakukan secara mandiri oleh warga maupun dibantu oleh tim gabungan. "Korban sudah evakuasi mandiri dan ada sebagian dievakuasi oleh tim gabungan dari BPBD Agam, Basarnas, PMI, Polri, TNI dan lainnya," kata Abdul Ghafur.

Situasi serupa juga dialami oleh warga di Jorong Labuah, di mana sekitar 250 orang mengungsi. Pengungsian ini dilakukan setelah 20 unit rumah terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 70 centimeter.

Banjir yang melanda dua jorong tersebut dipicu oleh intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Hujan deras ini berlangsung sejak Sabtu (18/7) sore hingga malam hari.

Akibat tingginya curah hujan, Sungai Batang Tumayo mengalami luapan. Air sungai ini kemudian menggenangi rumah-rumah warga yang berada di sekitar bantaran sungai.

"Ini merupakan banjir yang sering terjadi, karena sungai mengalami pendangkalan pasca-banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025," kata Abdul Ghafur, menjelaskan faktor penyebab banjir berulang.

Meskipun demikian, Abdul Ghafur menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir kali ini. Kondisi banjir juga dilaporkan sudah mulai menyusut, memungkinkan sebagian warga untuk kembali ke kediaman mereka.