HOTNEWS.ID - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 21-22 Juli 2026. Keputusan ini diambil dengan tujuan utama menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa kebijakan ini juga bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik serta menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan, yaitu 2,5% plus minus 1%.
Meskipun suku bunga acuan tetap tinggi, PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI) tidak mengubah strategi pemasarannya. Perusahaan berkeyakinan bahwa permintaan di segmen hunian menengah atas hingga premium cenderung lebih stabil dibandingkan dengan segmen pasar lainnya.
Direktur Corporate Finance ASRI, Edward Tanuwijaya, menyatakan bahwa dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, pelemahan daya beli masyarakat, dan suku bunga yang tinggi, segmen menengah atas menunjukkan ketahanan yang lebih baik. "Dalam kondisi saat ini, penjualan segmen menengah atas lebih stabil ketimbang segmen lainnya," ujarnya.
Optimisme ini mendorong ASRI untuk meluncurkan produk hunian baru bernama RUMI @Cluster Aruna pada bulan ini. Produk ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp4 miliar per unit, secara spesifik menargetkan konsumen di segmen menengah atas.
Selain itu, ASRI juga terus mempertahankan portofolio hunian premium The Gramercy, yang memiliki rentang harga fantastis antara Rp19 miliar hingga Rp32 miliar per unit. Edward Tanuwijaya menekankan perbedaan karakter pembeli hunian premium.
"Pasarnya memang unik. Penjualannya tidak mass market. Kami cukup menjual dua sampai tiga unit per bulan. Kami juga tidak ingin terlalu banyak meluncurkan produk premium agar eksklusivitasnya tetap terjaga," kata Edward Tanuwijaya mengenai strategi penjualan produk premium.
Data internal ASRI menunjukkan bahwa rumah dengan harga di atas Rp5 miliar berkontribusi sekitar 35% terhadap total prapenjualan (pre-sales) perusahaan pada kuartal pertama tahun 2026. Produk hunian premium sendiri menyumbang lebih dari 15% dari total prapenjualan pada periode yang sama.
Untuk tahun 2026, ASRI menargetkan pencapaian marketing sales sebesar Rp2,8 triliun. Proyeksi yang kuat, yakni sekitar 70-80% dari target tersebut, diharapkan datang dari penjualan rumah, sementara sisanya akan ditopang oleh produk komersial seperti ruko dan kapling komersial.