HOTNEWS.ID - Indonesia Investment Authority (INA), yang dikenal sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia, telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam pengelolaan kekayaan negara sejak pembentukannya pada tahun 2020.
Perusahaan kini mencatatkan total aset kelolaan (Assets Under Management/AUM) yang mencapai angka fantastis, yaitu sebesar Rp126 triliun memasuki tahun kelima masa operasinya.
Dari total aset yang dikelola tersebut, realisasi investasi produktif yang telah berhasil dikucurkan oleh INA kepada berbagai sektor mencapai Rp74,5 triliun sepanjang periode tersebut.
Chief Executive Officer (CEO) INA, Oki Ramadhana, menyampaikan bahwa dalam kurun waktu lima tahun tersebut, fokus utama tidak hanya pada penguatan kelembagaan saja.
Pihaknya juga giat berupaya memperbesar kapasitas investasi sekaligus menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian nasional Indonesia secara keseluruhan.
Dilansir dari Bisnis.com, Oki Ramadhana menjelaskan bahwa strategi investasi INA saat ini telah berevolusi dari sekadar penempatan modal konvensional.
Strategi tersebut kini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi melalui upaya diversifikasi kelas aset dan juga sektor investasi yang lebih luas.
Mengenai strategi diversifikasi tersebut, Oki menegaskan pentingnya penyebaran risiko dalam portofolio investasi yang dikelola oleh INA.
"Sebagai investor, kami tidak bisa hanya berinvestasi pada satu kelas aset atau satu sektor. Portofolio harus terdiversifikasi agar mampu menciptakan nilai sekaligus menghasilkan imbal hasil yang optimal," ujar Oki pada hari Rabu (1/7/2026).