HOTNEWS.ID - Realisasi investasi kumulatif yang tertanam di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor pariwisata telah mencapai angka signifikan, yaitu sebesar Rp45 triliun hingga penghujung kuartal pertama tahun 2026.

Angka investasi besar ini berbanding lurus dengan dampak sosial yang dihasilkan, yakni berhasil menyerap sebanyak 53.278 orang tenaga kerja di berbagai lokasi KEK pariwisata di Indonesia.

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Reza Fahlevi, menyampaikan bahwa kinerja positif ini membuktikan peran vital KEK pariwisata dalam agenda pemerintah. KEK difokuskan sebagai instrumen utama untuk menarik modal asing maupun domestik sekaligus menggenjot penciptaan lapangan kerja baru.

Informasi mengenai capaian ini disampaikan langsung oleh Reza Fahlevi saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada hari Rabu, 1 Juli 2026.

"Hingga tahun 2026 triwulan pertama, realisasi investasi kumulatif KEK pariwisata mencapai Rp45 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 53.278 orang," ungkap Reza Fahlevi dalam kesempatan tersebut.

Saat ini, terdapat delapan KEK yang secara spesifik menjadikan pariwisata sebagai kegiatan utama mereka di berbagai wilayah strategis di Indonesia. Hal ini termasuk KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan KEK Kura-Kura Bali.

Selain dua lokasi tersebut, daftar KEK pariwisata utama juga mencakup KEK Tanjung Lesung di Banten, KEK Sanur di Bali, KEK Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, KEK Lido di Jawa Barat, KEK Likupang di Sulawesi Utara, serta KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam.

Lebih lanjut, terdapat empat KEK lainnya yang memiliki pengembangan sektor pariwisata sebagai bagian dari kegiatan pendukungnya. Lokasi-lokasi ini meliputi KEK Nongsa di Kepulauan Riau, KEK Singhasari di Jawa Timur, KEK Morotai di Maluku Utara, dan KEK Industropolis Batang di Jawa Tengah.

Pemerintah juga turut melibatkan Badan Otorita Pariwisata (BOP) di tiga destinasi super prioritas, yaitu Badan Otorita Danau Toba, Badan Otorita Borobudur, dan Badan Otorita Labuan Bajo Flores, untuk mendukung ekosistem pengembangan pariwisata nasional secara menyeluruh.