HOTNEWS.ID - Sebuah insiden penyerangan menggunakan senjata tajam terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, yang melibatkan dua pria yang diketahui merupakan mantan rekan kerja. Pelaku, yang diidentifikasi dengan inisial MD (26), berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setempat.
Penyerangan ini dilakukan menggunakan sangkur, sebuah senjata yang biasanya digunakan untuk keperluan militer atau kegiatan luar ruangan. Aksi kekerasan ini sontak menimbulkan perhatian publik mengenai konflik antarindividu yang berujung pada tindakan kriminal.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada hari Rabu, 1 Juli, sekitar pukul 16.57 Wita. Lokasi spesifik kejadian berada di kawasan Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.
Korban dalam insiden ini adalah seorang pria berinisial MT, yang ternyata memiliki riwayat pekerjaan bersama pelaku. Pemicu utama penyerangan diduga kuat berkaitan dengan persoalan atau perselisihan yang telah terjadi sejak lama.
Konflik ini mengemuka kembali setelah adanya dugaan sindiran yang dilontarkan, meskipun detail spesifik mengenai sindiran tersebut belum dirinci lebih lanjut oleh pihak berwenang. Namun, akar masalahnya ternyata lebih dalam daripada sekadar perselisihan sesaat.
Menurut keterangan resmi kepolisian, perselisihan tersebut merupakan akumulasi dari dendam lama yang masih tersimpan di antara kedua belah pihak. "Penganiayaan terjadi lantaran adanya dendam lama antara korban dan pelaku yang merupakan mantan rekan kerja," kata Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Soeharyadi.
Dikutip dari detikKalimantan, Ipda Soeharyadi menjelaskan bahwa akar perselisihan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Penganiayaan tersebut bermula dari perselisihan yang terjadi sekitar enam bulan sebelum insiden penikaman terjadi.
Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya penyelesaian konflik secara damai, terutama dalam lingkungan profesional. Semua fakta tersebut disampaikan oleh Ipda Soeharyadi saat diwawancarai media pada hari Kamis, 2 Juli 2026.