HOTNEWS.ID - Prancis berhasil melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah melalui pertandingan berat melawan Paraguay di babak 16 besar. Kemenangan tipis Prancis hanya ditentukan oleh satu gol tunggal yang tercipta dari tendangan penalti.

Pertandingan ini menjadi tantangan signifikan bagi skuad asuhan Didier Deschamps, berbeda dengan tiga laga fase grup sebelumnya di mana Prancis mampu mencetak minimal tiga gol di setiap pertandingan. Pertahanan Paraguay yang sangat disiplin menjadi batu sandungan utama Les Bleus.

Kunci kemenangan Prancis akhirnya datang dari titik putih setelah wasit menganulir pelanggaran Diego Gomez terhadap Desire Doue di area terlarang. Momen ini menjadi titik balik krusial dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.

Kylian Mbappe yang maju sebagai algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengirimkan bola melewati penjaga gawang Paraguay dan memastikan langkah Prancis berlanjut ke babak selanjutnya. Gol tunggal ini menjadi penentu nasib kedua tim di turnamen akbar tersebut.

Didier Deschamps memberikan penilaiannya mengenai gaya bermain yang diterapkan oleh tim asal Amerika Selatan tersebut dalam laga krusial tersebut. Ia mengakui efektivitas pertahanan lawan meskipun gayanya kurang menarik untuk ditonton.

"Tidak mudah. Mereka menggunakan semua trik yang ada. Ini bukan jenis sepak bola yang membuat orang tertarik ke stadion, tetapi mereka bertahan dengan baik. Selalu sulit melawan tim-tim Amerika Selatan," kata Deschamps, dilansir dari Reuters.

Deschamps juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai potensi agresi fisik yang ditujukan kepada bintang utamanya, Kylian Mbappe, sepanjang jalannya pertandingan. Hal ini mendorongnya untuk mengambil langkah antisipatif.

"Saya meminta dua pemain terkuat untuk berdiri di sekitar Kyilan di akhir pertandingan karena mereka akan menjatuhkannya," ucap Deschamps.

Pelatih berpengalaman tersebut menekankan bahwa fokus dan ketenangan para pemainnya menjadi faktor penentu sukses Prancis menghadapi provokasi fisik yang intens dari kubu lawan. Meskipun permainan menjadi keras, Prancis mampu menjaga konsentrasi.