HOTNEWS.ID - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, memberikan tanggapan tegas mengenai pernyataan yang dilontarkan oleh Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus. Tanggapan ini muncul sebagai respons langsung terhadap keheranan PSI terkait frekuensi PDIP yang terus mengomentari dinamika Presiden Joko Widodo (Jokowi), meskipun Jokowi sudah tidak lagi menjadi kader partai banteng moncong putih tersebut.
Permasalahan ini berakar dari perbedaan pandangan mengenai fokus politik kedua partai dalam konteks elektoral saat ini. PSI sebelumnya mempertanyakan mengapa PDIP dinilai masih terfokus pada figur mantan ketua umumnya, sementara ia sudah menyelesaikan masa kepemimpinannya.
Deddy Sitorus menilai bahwa respons PSI tersebut justru menunjukkan fokus yang keliru dalam arena politik nasional. Menurutnya, PSI tampak lebih mementingkan upaya untuk menarik perhatian publik dengan menyeret nama partai lain.
Hal ini disampaikan Deddy Sitorus kepada awak media pada hari Minggu, tanggal 5 Juli 2026. Pernyataan ini menandai adanya gesekan retorika politik antara dua partai yang memiliki posisi berbeda dalam peta koalisi nasional.
Deddy Sitorus secara spesifik menuduh bahwa PSI hanya sibuk memanfaatkan isu yang berkaitan dengan PDIP untuk kepentingan mereka sendiri di mata publik. Ia mengindikasikan bahwa manuver tersebut adalah bagian dari strategi politik jangka pendek.
"Perasaan nggak pernah kedengaran tuh suara PSI (kritisi isu rakyat), sibuk nyeret-nyeret PDI Perjuangan saja," kata Deddy Sitorus kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).
Lebih lanjut, Deddy Sitorus menyampaikan pandangannya bahwa publik telah mulai jenuh dengan taktik politik yang dianggapnya sebagai sensasi atau gimik semata. Ia menekankan bahwa masyarakat mencari substansi politik yang menyentuh kehidupan sehari-hari mereka.
"Rakyat sudah bosan dengan gimmick PSI," tambahnya lagi, menegaskan bahwa strategi yang mengandalkan sensasi politik cenderung tidak efektif dalam jangka panjang.
Dilansir dari pemberitaan sebelumnya, Bestari Barus dari PSI sempat menyatakan keheranannya mengapa PDIP dinilai masih aktif memberikan komentar terkait perjalanan politik Presiden Jokowi pasca-masa baktinya.