HOTNEWS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan komitmen kuat dalam mengakselerasi pembangunan dua proyek infrastruktur strategis. Proyek tersebut meliputi pembangunan Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut dan pengembangan Pelabuhan Mekar Putih yang direncanakan berstandar internasional di Kabupaten Kotabaru.
Inisiatif percepatan ini didorong oleh peluang besar yang muncul seiring dengan berjalannya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Keberadaan IKN memberikan momentum bagi Kalsel untuk memperkuat posisinya sebagai sentra logistik dan distribusi barang yang menghubungkan wilayah Kalimantan dengan pasar global.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan, Suprapti Tri Astuti, menyampaikan bahwa Jembatan Pulau Kalimantan–Pulau Laut dirancang untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antara daratan utama Pulau Kalimantan dan Pulau Laut Kotabaru. Proyek ini juga bertujuan mendukung kelancaran operasional kawasan industri serta memperkuat sistem logistik di daerah tersebut.
"Pembangunan jembatan ini bertujuan meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antara daratan utama Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut Kotabaru, sekaligus mendukung proses bisnis kawasan industri dan memperkuat sistem logistik daerah," ujar Suprapti Tri Astuti dalam keterangan resmi pada Jumat (3/7/2026).
Infrastruktur jembatan ini merupakan elemen vital yang akan mengintegrasikan kawasan industri, pelabuhan, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi secara lebih efisien. Saat ini, mobilitas warga serta distribusi komoditas masih sangat bergantung pada layanan kapal feri yang sering terkendala oleh jadwal penyeberangan dan kondisi cuaca buruk.
Dengan adanya jembatan, proses distribusi barang diharapkan menjadi lebih lancar dan tidak lagi terikat oleh jadwal kapal atau kondisi alam yang tidak menentu. Infrastruktur ini secara signifikan akan memberikan efisiensi waktu dan biaya dalam jangka panjang bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Selain jembatan, pemerintah provinsi juga sedang menggenjot penyelesaian pembangunan Pelabuhan Mekar Putih. Pelabuhan ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan kapasitas dan kedalaman alur pelayaran yang selama ini menjadi hambatan bagi optimalisasi aktivitas ekspor dan impor di Kalimantan.
"Dia menyoroti sejumlah pelabuhan di Kalimantan yang selama ini masih terkendala keterbatasan kapasitas dan kedalaman alur pelayaran sehingga aktivitas ekspor dan impor belum berjalan optimal," ungkap Suprapti Tri Astuti.
Pelabuhan Mekar Putih didesain memiliki kedalaman alur mencapai 16 hingga 20 meter, memungkinkan kapal-kapal berukuran besar untuk berlabuh. Hal ini menjadikan Mekar Putih sebagai pintu utama perdagangan internasional bagi Kalimantan Selatan.