HOTNEWS.ID - Menembus pasar ekspor global seringkali bukan hanya soal kualitas produk, namun juga hambatan struktural yang dihadapi Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Tantangan utama UKM meliputi kesulitan menemukan pembeli, memenuhi standar negara tujuan, serta menguasai regulasi logistik dan perdagangan internasional.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank berupaya mengatasi kendala tersebut melalui program pendampingan yang disebut Export Market Access Program. Program ini berfokus menghubungkan langsung UKM dengan calon mitra dagang di luar negeri.

Hasil konkret dari upaya ini sudah terlihat, di mana tujuh UKM Indonesia berhasil mengamankan kontrak ekspor senilai total US$190.000, setara dengan sekitar Rp3,4 miliar. Kontrak kerjasama internasional ini telah ditandatangani sejak Maret 2026 lalu.

Tujuh UKM yang berhasil menembus pasar Kanada tersebut berasal dari beragam sektor pangan olahan. Mereka adalah PT Kultiva, CV Menara Desa, PT Wins Organic, PT Anak Garuda Sejahtera, PT Indo Tropikal, CV Dua Sholeha, dan PT Azaki International.

Produk-produk yang diekspor mencakup berbagai komoditas menarik, mulai dari olahan tempe siap saji, gula kelapa dan gula aren, permen jahe, bawang goreng, hingga beragam jenis keripik buah-buahan.

Realisasi ekspor dari program ini terus berjalan positif, di mana hingga 12 Juni 2026, enam UKM telah merealisasikan pengiriman senilai US$170.000. Sementara itu, pengiriman produk dari PT Azaki International senilai US$20.000 dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli 2026.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa hambatan terbesar UKM memasuki pasar ekspor seringkali bukan pada mutu barang, melainkan kebutuhan akan bimbingan teknis. Banyak pelaku usaha memerlukan pendampingan dalam pemenuhan standar ekspor, perbaikan kemasan, pemahaman pasar, hingga akses langsung ke pembeli.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi Indonesia Eximbank, Maria Sidabutar, menjelaskan bahwa Export Market Access Program dirancang sebagai program pendampingan yang menyeluruh bagi UKM yang berambisi menjadi eksportir.

"Indonesia Eximbank melalui Export Market Access Program hadir memberikan pendampingan end-to-end kepada UKM, mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas dan kemasan, pemenuhan standar ekspor, business matching, hingga fasilitasi perluasan akses pasar internasional," ujar Maria Sidabutar.