HOTNEWS.ID - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), emiten terafiliasi Grup Djarum, secara resmi memulai periode cum dividen untuk pembagian dividen interim hari ini, Senin, 15 Juni 2026. Pembagian keuntungan ini merupakan apresiasi kepada para pemegang saham atas kinerja perseroan pada kuartal pertama tahun 2026.
Secara total, nilai dividen interim yang akan dibagikan mencapai Rp2,46 triliun, yang berarti setiap pemegang saham akan menerima Rp20 per lembar saham. Keputusan penting mengenai distribusi keuntungan ini telah disahkan oleh Direksi BCA dan mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris perseroan.
Keputusan ini berlandaskan pada jumlah saham beredar BBCA yang tercatat mencapai 123,28 miliar lembar per Jumat, 5 Juni 2026. Dengan asumsi perhitungan dividen sebesar Rp20 per saham, maka total dana yang dialokasikan untuk pembayaran dividen interim ini berkisar Rp2,465 triliun.
Bagi investor yang memegang saham BBCA, terdapat serangkaian tanggal krusial yang tidak boleh terlewatkan untuk memastikan mereka mendapatkan hak dividen. Tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan jatuh pada hari ini, 15 Juni 2026.
Setelah periode cum dividen berakhir, akan dilanjutkan dengan tanggal ex dividen, yang dijadwalkan pada 17 Juni 2026, baik untuk perdagangan di pasar reguler maupun negosiasi. Tanggal pencatatan pemegang saham atau record date yang berhak menerima keuntungan ini ditetapkan sehari setelahnya, yaitu 18 Juni 2026.
Sementara itu, pembayaran dividen interim kepada para pemegang saham yang memenuhi kriteria akan direalisasikan pada tanggal 26 Juni 2026. Investor perlu mencatat urutan tanggal ini agar tidak kehilangan kesempatan atas pembagian keuntungan tersebut.
Kinerja positif yang mendasari pembagian dividen ini tercermin dari hasil keuangan BCA pada tiga bulan pertama tahun 2026. Laba bersih konsolidasian perseroan tercatat tumbuh 3,83% secara tahunan (YoY), mencapai Rp14,68 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,14 triliun.
Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh kenaikan tipis pendapatan bunga bersih sebesar 0,04% YoY menjadi Rp21,15 triliun, serta kontribusi signifikan dari pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi yang melonjak 8,65% YoY menjadi Rp5,06 triliun.
Dari sisi intermediasi, bank swasta terbesar di Indonesia ini mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 5,6% YoY, menembus angka Rp994 triliun. Pertumbuhan kredit ini menurut manajemen sangat dipengaruhi oleh momentum bulan Ramadan dan Idulfitri yang terjadi pada Kuartal I/2026.