HOTNEWS.ID - Tim Nasional Belgia berhasil memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melalui pertandingan yang penuh drama dan aksi kebangkitan (comeback) yang fantastis melawan Senegal. Kemenangan dramatis ini diraih setelah perjuangan keras hingga babak perpanjangan waktu.
Duel penentuan tersebut tersaji di Stadion Seattle pada Kamis (2/7) dini hari WIB, di mana Belgia harus tertinggal dua gol lebih dulu sebelum berhasil membalikkan keadaan. Gol penentu kemenangan Belgia dicetak melalui eksekusi penalti yang tenang oleh Youri Tielemans menjelang berakhirnya waktu tambahan.
Timnas Senegal sempat unggul lewat dua gol yang mereka sarangkan ke gawang Belgia, dimulai oleh Habib Diarra pada menit ke-24. Keunggulan tersebut kemudian digandakan oleh Ismaïla Sarr pada menit ke-51, membuat posisi Belgia berada di ujung tanduk.
Namun, semangat juang The Red Devils terbukti luar biasa; Romelu Lukaku berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86. Momentum kebangkitan Belgia semakin terasa ketika Youri Tielemans menyamakan kedudukan pada menit ke-89, memaksa laga berlanjut ke periode ekstra.
Keputusan taktis yang diambil oleh Pelatih Rudi Garcia terbukti jitu, terutama ketika ia memasukkan pemain pengganti di menit-menit akhir waktu normal. Keputusan ini menjadi kunci yang membuka jalan bagi Belgia untuk meraih hasil positif yang mereka butuhkan.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, memberikan apresiasi tinggi terhadap mentalitas para pemainnya yang tidak menyerah meskipun sempat tertinggal dua gol. Ia juga menyoroti peran krusial para pemain yang masuk sebagai substitusi.
"Dalam sepak bola, segala hal selalu mungkin terjadi selama Anda percaya. Kekuatan skuad ini juga terletak pada para pemain yang masuk dari bangku cadangan," ujar Garcia.
Garcia menambahkan bahwa penyesuaian taktik yang dilakukan timnya di tengah pertandingan turut mempengaruhi performa positif yang kemudian mereka tunjukkan di lapangan. "Kami membuat penyesuaian taktik yang diperlukan dan permainan kami membaik," kata Garcia, dilansir dari situs resmi FIFA.
Sementara itu, penyerang andalan Belgia, Romelu Lukaku, mengungkapkan kelegaan sekaligus ketegangan yang ia rasakan selama pertandingan intens tersebut. Lukaku bahkan sempat berkelakar mengenai intensitas laga yang menguras emosi.