HOTNEWS.ID - Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Sugihardjo, menyampaikan usulan penting mengenai perubahan skema tarif untuk layanan angkutan pengumpan Transjakarta, yang dikenal sebagai Mikrotrans. Usulan ini adalah agar layanan yang selama ini digratiskan tersebut mulai dikenakan tarif sebesar Rp2.000 per sekali perjalanan.
Usulan ini disampaikan langsung oleh Sugihardjo di Balai Kota DKI Jakarta pada hari Jumat lalu. Penetapan tarif ini dinilai krusial untuk perbaikan sistem operasional dan transparansi data di lapangan.
"Kalau hanya untuk jarak dekat hanya naik Mikrotrans itu tarifnya Rp2.000. Kita mengusulkan Rp2.000," kata Sugihardjo, menggarisbawahi nominal tarif yang diusulkan tersebut.
Alasan utama di balik usulan pengenaan tarif adalah untuk memastikan bahwa jumlah penumpang yang tercatat mencerminkan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Selama ini, karena gratis, akurasi data menjadi dipertanyakan.
Sugihardjo menjelaskan bahwa terdapat target operasional yang harus dipenuhi oleh operator, baik dari sisi kilometer tempuh maupun jumlah penumpang. Kondisi gratis ini membuka celah bagi potensi praktik manipulasi data.
"Nah kaitan dengan ini waktu gratis. Misalnya jumlah penumpangnya kurang, kalau saya jadi operator, 'Agar target tidak kena potong, saya tapping sendiri saja supaya target terpenuhi'," ujar Sugihardjo, memberikan contoh potensi kecurangan.
Dengan adanya tarif Rp2.000 per penumpang, praktik pencatatan data fiktif ini diharapkan dapat diminimalisir. Setiap transaksi yang terbayar akan menghasilkan data penumpang yang lebih riil dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Dia menilai, jika setiap penumpang dikenai tarif Rp2.000, praktik tersebut akan sulit dilakukan karena setiap transaksi harus dibayar sehingga data penumpang menjadi lebih riil," jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung panik atau menyimpulkan penurunan drastis jumlah penumpang apabila kebijakan ini diterapkan. Penurunan data yang muncul mungkin hanya mencerminkan penghapusan data fiktif yang sebelumnya ada.