HOTNEWS.ID - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (3/7/2026) dibuka dengan sentimen positif yang kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,84%, menempatkannya di level 5.850,16 pada pagi hari.
Kenaikan impresif ini, setara dengan 105,60 poin, terjadi pada pukul 09.02 WIB. IHSG sempat bergerak fluktuatif di awal sesi, dengan level terendah tercatat di 5.805,92 dan mencapai puncaknya sementara di 5.852,30.
Penguatan indeks pada pagi hari itu didorong oleh performa impresif dari saham-saham berkapitalisasi besar atau yang dikenal sebagai big caps. Beberapa saham unggulan menunjukkan kenaikan harga yang signifikan, menarik minat investor.
Data BEI menunjukkan bahwa mayoritas saham berpartisipasi dalam kenaikan ini, dengan 332 saham menguat, sementara hanya 99 saham yang mengalami koreksi harga dan 191 saham lainnya tetap stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai angka fantastis yakni Rp10.252,05 triliun.
Di antara saham big caps yang memimpin kenaikan adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang melonjak 4,94% ke posisi Rp3.400 per saham. Saham perbankan besar juga turut mendongkrak indeks, di mana PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 3,08% menjadi Rp4.020.
Selain itu, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) mencatat pertumbuhan sebesar 3,05% hingga mencapai harga Rp186.000 per lembar. Kenaikan juga terlihat pada saham PT Astra International Tbk. (ASII) sebesar 2,84% dan PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) yang menguat 2,65%.
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), salah satu saham dengan bobot terbesar, juga ikut melaju dengan pertumbuhan sebesar 2,59% pada pembukaan perdagangan tersebut.
Dilansir dari Bisnis.com, meskipun terjadi penguatan, proyeksi pergerakan IHSG untuk perdagangan akhir pekan ini diperkirakan akan bergerak mendatar (sideways). Rentang pergerakan yang diprediksi berada di antara 5.650 hingga 5.875, dipengaruhi oleh sentimen global yang beragam seiring rilis data makroekonomi dari Amerika Serikat (AS).
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyoroti bahwa laju indeks positif ini masih diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing, meskipun IHSG pada hari sebelumnya berhasil ditutup menguat 0,87%.