HOTNEWS.ID - Perhelatan akbar Piala Dunia 2026 akan memasuki babak krusial dengan dimulainya fase perempat final, di mana Prancis akan berhadapan dengan Maroko. Duel ini diprediksi akan menyajikan tontonan menarik karena kedua tim dianggap berada di level yang setara berdasarkan peringkat FIFA terbaru.

Pertandingan yang akan digelar di Stadion Boston ini diproyeksikan akan berlangsung dengan intensitas tinggi. Kedua tim, yang diasuh oleh Didier Deschamps (Prancis) dan Mohamed Ouahbi (Maroko), sama-sama mengandalkan kekuatan lini serang mereka untuk mendominasi jalannya pertandingan.

Prancis, yang menyandang status juara dunia dua kali, memiliki sejumlah pemain ofensif yang sangat menonjol kemampuannya dalam membongkar pertahanan lawan. Pemain-pemain seperti Kylian Mbappe, Desire Doue, Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola menjadi motor serangan utama bagi Les Bleus.

Menurut analisis yang dirangkum oleh The Guardian, kelima pemain Prancis tersebut menunjukkan kontribusi signifikan dalam menciptakan peluang melalui kemampuan individu mereka. Mereka secara konsisten mampu menggiring bola sejauh minimal lima meter yang kemudian ditutup dengan upaya tembakan atau penciptaan peluang berbahaya lainnya.

Secara keseluruhan, Prancis telah mencatatkan total 33 tembakan yang berawal dari aksi dribel dalam lima pertandingan mereka sebelumnya di turnamen ini. Statistik ini menjadikan Prancis sebagai tim dengan catatan dribel berujung tembakan tertinggi di antara seluruh tim yang berhasil mencapai babak perempat final Piala Dunia 2026.

Di sisi lain, kecepatan dan daya jelajah pemain Maroko menjadi tantangan utama bagi pertahanan Prancis. Tim Singa Atlas tercatat memiliki jumlah sprint terbanyak dibandingkan tujuh tim lainnya yang tersisa di kompetisi.

Rata-rata jumlah sprint yang dicatatkan oleh pemain Maroko per kilometer jarak tempuh mereka mencapai angka 0,75. Hal ini mengindikasikan bahwa pemain Maroko secara frekuen melakukan lari cepat (sprint) selama pertandingan berlangsung.

Kendati demikian, perlu dicatat bahwa Maroko menikmati keuntungan karena menjalani dua dari lima pertandingan grup mereka di stadion yang dilengkapi dengan pendingin udara (AC). Kondisi ini diduga turut membantu menjaga stamina pemain agar tetap mampu mempertahankan intensitas lari tinggi.

Dilansir dari CNN Indonesia, kedua tim saat ini menempati posisi papan atas dalam ranking FIFA, di mana Prancis berada di peringkat pertama dan Maroko menghuni posisi keenam.