- HOTNEWS.ID -
Harga emas di pasar spot global tercatat menguat tipis pada penutupan perdagangan Senin, 20 Juli 2026. Kenaikan ini terjadi di tengah kekhawatiran ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus memicu permintaan aset safe haven.
Pergerakan harga emas menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada pekan sebelumnya. Logam mulia ini sempat diperdagangkan dalam rentang US$3.982,20 hingga US$4.040,90 per troy ounce.
Meskipun berhasil bertahan di atas level terendah pekan lalu, emas belum mampu menembus area resistensi kuat di kisaran US$4.020 hingga US$4.040. Level ini menjadi penghalang utama bagi penguatan lebih lanjut harga emas.
Pelaku pasar saat ini tengah menimbang dua sentimen yang saling berlawanan dan berdampak pada pergerakan harga emas. Di satu sisi, konflik yang memanas di Timur Tengah mendorong minat investor terhadap aset yang dianggap aman.
Namun, di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah global memicu kekhawatiran akan lonjakan inflasi. Hal ini berimbas pada kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan penguatan nilai dolar AS, yang secara umum membatasi apresiasi aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) juga masih menjadi faktor pembatas bagi kenaikan harga emas. Data inflasi AS yang menunjukkan perlambatan sebelumnya sempat memberi harapan, namun indikator ekonomi terbaru kembali menunjukkan ketahanan ekonomi Negeri Paman Sam.
Penjualan ritel yang solid, klaim pengangguran yang rendah, serta data indeks manufaktur Philadelphia Fed dan survei sentimen konsumen yang positif membuat pelaku pasar belum sepenuhnya mengeliminasi peluang kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed pada pertemuan September mendatang.
Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli ini. Namun, peluang kenaikan sebesar 25 basis poin pada September masih terbuka lebar dan diperhitungkan oleh para pelaku pasar.