HOTNEWS.ID - Amerika Serikat dilaporkan kembali melancarkan aksi militer terhadap Iran pada Sabtu, sehari setelah insiden memilukan yang merenggut nyawa dua personel militer mereka di Yordania. Serangan sebelumnya diduga kuat dilancarkan oleh Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi melalui unggahan di media sosial bahwa operasi terbaru ini bertujuan untuk melemahkan kapasitas Iran dalam mengancam jalur pelayaran komersial. Tindakan ini juga disebut sebagai hukuman langsung terhadap pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
"Serangan ini bertujuan untuk menghukum pasukan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) yang melancarkan serangan terhadap personel militer Amerika di Yordania tadi malam," demikian pernyataan CENTCOM yang dikonfirmasi.
Insiden serangan drone dan rudal Iran pada Jumat tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyebabkan empat tentara AS mengalami luka-luka dan satu lainnya dilaporkan hilang. Situasi ini meningkatkan jumlah korban jiwa di pihak AS menjadi 16 orang sejak konflik antara AS dan Israel melawan Iran memanas pada 28 Februari lalu.
Menanggapi serangan balasan AS, Teheran pada Sabtu mengumumkan sikap tegas. Iran menyatakan tidak lagi akan mematuhi ketentuan dalam perjanjian damai sementara yang sebelumnya disepakati.
Pengumuman Iran ini datang setelah mereka melancarkan serangan besar-besaran terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk, termasuk Kuwait dan Yordania. Tindakan tersebut diklaim sebagai balasan atas serangan terbaru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat.
"Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran pada Sabtu, sehari setelah dua personel militer AS tewas di Yordania akibat serangan rudal dan drone Iran," demikian informasi yang disampaikan oleh María Paula Mijares Torres dan Patrick Sykes dari Bloomberg News.
"Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan dalam unggahan di media sosial bahwa serangan tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial serta 'segera menghukum pasukan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) yang melancarkan serangan terhadap personel militer Amerika di Yordania tadi malam'," demikian kutipan pernyataan CENTCOM yang disampaikan.
"Serangan Iran pada Jumat juga menyebabkan empat tentara AS terluka dan satu lainnya hilang. Dengan demikian, jumlah korban tewas dari pihak AS kini mencapai 16 orang sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari," demikian detail mengenai korban yang dilaporkan.