HOTNEWS.ID - Kepolisian telah mengamankan sebanyak 69 orang terkait dengan adanya kericuhan yang sempat terjadi saat proses eksekusi berlangsung di lokasi bekas Hotel Sultan di Jakarta Pusat. Kejadian ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian peristiwa penertiban properti tersebut.
Pihak kepolisian segera memberikan klarifikasi mengenai identitas dari 69 orang yang telah diamankan oleh petugas di lapangan. Hal ini penting untuk meluruskan informasi yang mungkin simpang siur di masyarakat mengenai keterlibatan pihak internal hotel.
Klarifikasi tegas disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto yang hadir di lokasi eksekusi. Penegasan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang akurat mengenai siapa saja yang terlibat dalam insiden kericuhan tersebut.
"Sementara ini yang diamankan adalah 69 orang dan ini bukan merupakan karyawan dari eks Hotel Sultan. Ini kami luruskan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di sela eksekusi Hotel Sultan di lokasi, Kamis (18/6/2026).
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa individu yang diamankan bukanlah staf atau karyawan resmi dari bangunan hotel yang dieksekusi tersebut. Fokus penegakan hukum diarahkan pada pihak-pihak yang diduga memicu ketidaklancaran proses eksekusi.
Kombes Budi Hermanto lebih lanjut memastikan bahwa orang-orang yang diduga menjadi pemicu kericuhan saat proses eksekusi berlangsung adalah pihak dari luar lingkungan hotel. Hal ini menunjukkan adanya intervensi dari massa yang tidak berkepentingan langsung.
Penyebab kericuhan diduga kuat berasal dari mobilisasi massa yang sengaja dikumpulkan untuk menghambat jalannya proses eksekusi yang telah ditetapkan. Polisi menduga adanya koordinasi untuk mengerahkan massa ke lokasi tersebut.
"Dia menduga massa yang berkumpul itu merupakan massa yang sengaja dimobilisasi," demikian disampaikan oleh Kombes Budi Hermanto saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai situasi di lapangan.
Dilansir dari berbagai sumber, proses eksekusi ini berjalan di bawah pengawasan ketat aparat untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama penertiban berlangsung. Pihak berwenang terus mendalami motif di balik mobilisasi massa tersebut.