HOTNEWS.ID - Pertengahan pekan lalu, publik dikejutkan dengan peluncuran Kimi K3, model kecerdasan buatan (AI) terbaru dari perusahaan teknologi asal China, Moonshot AI. Model ini diklaim memiliki kapabilitas yang tak kalah canggih dari para pesaingnya di kancah global.

Namun, peluncuran ini tidak luput dari perhatian dan memicu spekulasi. Presiden OpenAI, Greg Brockman, angkat bicara mengenai potensi kehadiran model AI yang dianggap kompetitif dari Moonshot.

"Itu model yang cukup bagus," kata Brockman dalam sebuah wawancara pada hari Selasa, merujuk pada Kimi K3 yang baru saja dirilis oleh Moonshot. Ia mengakui kualitas model tersebut, tanpa keraguan.

Brockman menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan pasti. Terutama mengenai apakah Moonshot secara tidak sah telah menggunakan teknologi OpenAI untuk mengembangkan model Kimi K3.

Proses yang dicurigai adalah "distilasi", di mana sebuah model AI yang lebih kecil atau baru belajar dari model yang sudah ada dan lebih besar. "Ini adalah sesuatu yang selalu kami pantau," ungkap Brockman mengenai praktik distilasi model AI.

Kecurigaan ini semakin menguat pada hari Rabu, ketika seorang pejabat dari Gedung Putih turut melontarkan tuduhan. Pejabat tersebut menuding Moonshot telah menggunakan model AI yang dikembangkan di Amerika Serikat secara tidak patut.

Tuduhan serupa sebelumnya juga pernah dilayangkan oleh Anthropic PBC, salah satu pesaing utama OpenAI di industri AI. Anthropic juga sempat menuduh Moonshot melakukan distilasi terhadap model-model mereka.

Hingga kini, Moonshot AI belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan-tuduhan yang dilayangkan oleh OpenAI, Gedung Putih, maupun Anthropic PBC. Perkembangan situasi ini terus menjadi sorotan di industri teknologi global.

Dikutip dari Bloomberg, Presiden OpenAI, Greg Brockman, mengakui bahwa Moonshot AI telah mengembangkan model kecerdasan buatan baru yang kompetitif. Namun, ia juga menyatakan ketidakpastian mengenai apakah perusahaan asal China tersebut telah memanfaatkan teknologinya.