HOTNEWS.ID - Kepulauan Sangihe di Sulawesi Utara kembali merasakan getaran bumi pada penghujung hari Kamis. Peristiwa tektonik ini terjadi pada malam hari, menambah catatan aktivitas seismik di wilayah perbatasan tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera merilis informasi mengenai kejadian ini. Gempa yang terjadi tercatat memiliki kekuatan magnitudo (M) 4 skala Richter.
Pusat gempa diketahui berada di perairan dekat Tahuna, ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe. Getaran ini dirasakan oleh masyarakat setempat saat menjelang tengah malam.
Berdasarkan data resmi yang dikeluarkan, episentrum gempa tersebut berada pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman dangkal ini seringkali berpotensi menimbulkan guncangan yang lebih terasa.
Informasi waktu kejadian menunjukkan bahwa gempa tektonik ini mengguncang wilayah tersebut pada Kamis, tanggal 11 Juni 2026. Waktu pasti kejadian adalah pukul 23.26 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Mengenai lokasi spesifik pusat gempa, informasi dari BMKG menunjukkan bahwa titik episentrum berada cukup jauh dari daratan utama. Lokasi tersebut diidentifikasi berjarak 150 kilometer di sebelah barat laut Tahuna.
Pusat informasi resmi BMKG melalui akun media sosialnya memberikan konfirmasi mengenai koordinat pusat gempa. "Pusat gempa (150 km barat laut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT)," tulis akun resmi tersebut, ujar @infoBMKG.
Dikutip dari sumber informasi geofisika, meskipun terjadi guncangan, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan signifikan yang ditimbulkan oleh gempa bermagnitudo 4 ini.
Dilansir dari pembaruan data seismik, gempa berkekuatan sedang ini merupakan bagian dari dinamika lempeng yang aktif di kawasan Sulawesi Utara. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.