- HOTNEWS.ID - Setelah pemerintah Indonesia berhasil menyelesaikan lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, kini perhatian mulai tertuju pada spektrum frekuensi berikutnya yang dinilai memiliki potensi besar untuk transformasi digital. Huawei, salah satu pemain utama di industri teknologi global, mengemukakan pandangannya mengenai urgensi penggelaran lelang frekuensi baru, khususnya pada pita 3,5 GHz dan Upper 6 GHz.
Manajemen Huawei menjelaskan bahwa kedua pita frekuensi ini memiliki karakteristik dan fungsi pemanfaatan yang berbeda. Oleh karena itu, implementasinya tidak dapat saling menggantikan, melainkan harus berjalan secara beriringan. Hal ini penting untuk mengantisipasi lonjakan trafik data yang diprediksi akan terus meningkat di masa mendatang.
Menurut pandangan manajemen perusahaan, frekuensi 3,5 GHz saat ini dianggap sebagai titik optimal secara global untuk ekspansi jaringan 5G. Spektrum ini menawarkan keseimbangan terbaik antara jangkauan wilayah (coverage) dan kapasitas jaringan yang sangat dibutuhkan oleh para operator seluler.
"Ekosistem perangkat yang paling matang," demikian disampaikan oleh Manajemen Huawei dalam keterangan tertulisnya kepada Bisnis, Selasa (14/7/2026).
Selain faktor kematangan ekosistem global, spektrum 3,5 GHz telah diadopsi secara luas oleh berbagai operator telekomunikasi di seluruh dunia. Karakteristik ini menjadikan adopsi teknologinya lebih efisien bagi industri telekomunikasi di Indonesia yang tengah berupaya keras melakukan penetrasi layanan data berkecepatan tinggi.
Di sisi lain, Huawei melihat potensi besar pada pita frekuensi Upper 6 GHz sebagai spektrum yang strategis untuk fase komersialisasi berikutnya. Frekuensi yang lebih tinggi ini diproyeksikan akan menjadi pilar utama dalam penyediaan pita lebar nirkabel di masa depan.
Spektrum Upper 6 GHz ini dipersiapkan secara khusus untuk "meningkatkan kapasitas ketika lalu lintas data meningkat pesat," sekaligus membentuk fondasi yang kokoh untuk evolusi teknologi menuju jaringan generasi keenam atau 6G.
Oleh karena itu, Huawei menyarankan penerapan strategi yang terstruktur melalui peta jalan bertahap (phased roadmap). Setelah pemerintah berhasil mengimplementasikan pemanfaatan frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, fokus selanjutnya dapat diarahkan untuk mempercepat ketersediaan spektrum 3,5 GHz sebagai spektrum inti nasional.
"Langkah ini direkomendasikan berjalan paralel dengan persiapan peta jalan, pelaksanaan konsultasi publik, hingga harmonisasi regulasi Upper 6 GHz," demikian pandangan dari manajemen Huawei.