HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan hari ini, Kamis, 16 Juli 2026. Proyeksi ini mengarah pada target level 6.137 hingga 6.254, membuka peluang bagi investor untuk mencermati pergerakan pasar.
Dalam dinamika perdagangan kemarin, Rabu, 15 Juli 2026, IHSG berhasil ditutup dengan kenaikan tipis sebesar 0,04 persen, mencapai angka 6.041. Namun, penguatan tersebut diwarnai oleh tekanan jual yang masih membayangi, meskipun volume transaksi yang tercatat cenderung menyusut.
Secara analisis teknikal, Tim Analis MNC Sekuritas mengemukakan bahwa pergerakan IHSG saat ini berada dalam fase yang diperkirakan sebagai bagian dari wave (c) dari wave [iv] dalam pola triangle. Pandangan ini memberikan dasar bagi proyeksi penguatan ke depan.
"Sehingga IHSG berpeluang menguat menguji 6.137–6.254," demikian tertulis dalam riset Tim Analis MNC Sekuritas yang dirilis pada Kamis, 16 Juli 2026. Analis juga menyarankan untuk mencermati area koreksi terdekat yang diprediksi berada di rentang 5.974 hingga 6.020.
Lebih lanjut, MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG pada angka 5.839 dan 5.607. Sementara itu, level resistance yang perlu diwaspadai berada di 6.286 dan 6.599.
Berdasarkan analisis tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham untuk menjadi perhatian para investor pada perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut meliputi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (BULL), dan PT Timah Tbk. (TINS).
Saham BBRI menunjukkan performa positif dengan penguatan 1,07 persen, mencapai level 2.830. Meskipun masih ada indikasi tekanan jual, pergerakan saham ini dinilai masih mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). MNC Sekuritas memperkirakan posisi BBRI saat ini berada pada awal dari wave [c] dari wave 4.
Sementara itu, saham BULL mengalami koreksi sebesar 1,62 persen, diperdagangkan pada level 364, disertai dengan adanya tekanan jual. Pergerakan harga saham ini belum berhasil menembus rata-rata pergerakan 200 hari (MA200). Secara teknikal, posisi BULL diperkirakan berada dalam bagian dari wave [C] dari wave {B}.
Saham BUMI tercatat melemah 0,67 persen, berakhir di level 148. Koreksi ini juga diiringi oleh tekanan jual, namun harga sahamnya masih mampu bertahan di atas MA20. MNC Sekuritas menilai bahwa BUMI saat ini sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (A).